BKKBN Sumbar Catat Capaian 104 Persen Program Orang Tua Asuh, Bantu Tekan Stunting

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Sumatera Barat terus menunjukkan hasil positif dalam membantu keluarg

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BKKBN CEGAH STUNTING - Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik BKKBN Sumbar, Rismiati, saat diwawancarai TribunPadang.com usai mengikuti kegiatan talk show “Solidaritas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)” secara daring, Rabu (15/10/2025). Dalam wawancara itu, Rismiati mengungkap capaian program orang tua asuh di Sumbar yang telah melampaui target 104 persen serta upaya kolaboratif dalam menekan angka stunting di daerah. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Sumatera Barat terus menunjukkan hasil positif dalam membantu keluarga berisiko stunting.

Meski begitu, angka stunting di provinsi itu masih berada di kisaran 24,1 persen pada tahun 2025.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik BKKBN Sumbar, Rismiati, saat ditemui usai mengikuti kegiatan talk show nasional “Solidaritas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting” bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, Rabu (15/10/2025).

Menurut Rismiati, capaian program orang tua asuh di Sumatera Barat bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan BKKBN pusat.

“Alhamdulillah, untuk target di Sumatera Barat sampai saat ini sudah mencapai 104 persen. Artinya, bantuan dari para orang tua asuh sudah tersalurkan kepada keluarga berisiko stunting yang datanya terverifikasi,” ujarnya.

Baca juga: Menteri Wihaji Tekankan Gotong Royong Cegah Stunting Lewat Gerakan GENTING

Ia menjelaskan, sejumlah lembaga dan perusahaan di Sumbar telah berpartisipasi dalam program orang tua asuh ini. Di antaranya BAZNAS Sumbar, Bank BNI, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Semen Padang.

“Dampak program ini besar sekali karena sifatnya gotong royong. Kami memang tidak mengandalkan dana APBN, tapi lebih pada kepedulian sosial masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Rismiati, siapapun bisa menjadi orang tua asuh dan bukan hanya mereka yang berkecukupan.

“Kadang yang membantu itu tidak kenal siapa yang dibantu, tapi karena tergerak hatinya. Itulah semangat sosial yang ingin kita tumbuhkan,” katanya.

Meski program berjalan baik, angka stunting di Sumatera Barat masih mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Jadwal Acara Trans TV Kamis 16 Oktober 2025: Saksikan The Da Vinci Code, Bikin Laper

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2025, prevalensi stunting di Sumbar berada di angka 24,1 persen, naik dari 23 persen pada tahun 2024.

“Memang kalau dari SKI ada sedikit peningkatan. Tapi kalau kita bandingkan dengan data by name by address di e-PPGBM, angkanya berbeda karena data lapangan kita lebih rinci,” jelas Rismiati.

Menurutnya, secara faktual kondisi sosial ekonomi masyarakat Sumbar menunjukkan tren membaik. Karena itu, ia menilai stunting seharusnya bisa menurun seiring berjalannya intervensi gizi dan sanitasi di lapangan.

Untuk menekan kembali angka stunting, BKKBN Sumbar terus memperkuat kolaborasi lintas sektor atau pentaheliks.

“Penyebab stunting tidak hanya gizi. Ada faktor lain seperti sanitasi, air bersih, hingga rumah tidak layak huni. Jadi kita butuh kerjasama dengan banyak pihak,” jelasnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved