Menteri Wihaji Tekankan Gotong Royong Cegah Stunting Lewat Gerakan GENTING

BKKBN terus memperkuat komitmen menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satunya melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
CEGAH STUNTING BKKBN - Sejumlah pegawai BKKBN Provinsi Sumatera Barat menyimak talk show “Solidaritas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)” secara daring dari Kantor BKKBN Sumbar, Rabu (15/10/2025). Kegiatan nonton bareng ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. 

Wihaji menyebutkan, program GENTING telah menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024.

Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18 persen pada 2025.

Hingga 1 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 1,2 juta anak asuh di seluruh Indonesia, melibatkan 271 ribu orang tua asuh, dan menyalurkan lebih dari 1,4 juta paket bantuan senilai Rp 291 miliar.

“Kita tidak hanya bicara gizi, tapi juga intervensi air bersih, sanitasi, dan edukasi pencegahan pernikahan dini,” jelasnya.

Wihaji menegaskan, keberhasilan GENTING bergantung pada kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 73 Bab 1 Interaksi Antarnegara Asia dan Dunia, Cek Selengkapnya

Kemendukbangga dan BKKBN menggandeng pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi keagamaan, dan media massa agar terlibat aktif dalam program ini.

“Stunting bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Wihaji.

Sektor swasta juga diajak berpartisipasi melalui program CSR tematik stunting, penyediaan makanan tambahan, perbaikan sanitasi, serta kampanye “Perusahaan Peduli 1000 HPK”.

Selain itu, lebih dari 600 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) kini aktif mendampingi keluarga berisiko di seluruh Indonesia untuk memastikan perubahan perilaku terjadi di tingkat akar rumput.

Menurut Wihaji, istilah “GENTING” dipilih bukan tanpa alasan. Kata itu merepresentasikan situasi darurat yang perlu segera ditangani.

“Stunting adalah keadaan genting bagi masa depan bangsa. Gerakan ini adalah bentuk cinta terhadap anak Indonesia agar mereka tumbuh menjadi generasi emas 2045,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved