BERITA POPULER SUMBAR
3 Berita Populer Sumbar: Pelajar Diduga Keracunan MBG di Padang Panjang, 3 Terduga Teroris Ditangkap
Berikut ini berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
TRIBUNPADANG.COM - Berikut ini berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita Pelajar Diduga Keracunan MBG di Padang Panjang Terus Bertambah, Total Sudah 27 orang Selasa Malam.
Kemudian berita Polda Sumbar Tak Beri Ruang bagi Bandar dan Pengedar di Ranah Minang, yang Coba-Coba Bakal Disikat.
Selanjutnya 3 Terduga Teroris di Padang-Pesisir Selatan Ditangkap, Logo ISIS hingga Buku Jadi Barang Bukti.
Baca berita selengkapnya :
1.Jumlah pelajar di Padang Panjang, Sumatera Barat yang mengalami gejala mual dan sakit perut terus bertambah hingga Selasa (7/10/2025) malam.
Data terakhir dari RSUD Padang Panjang mencatat total 27 orang pelajar dirawat dengan keluhan serupa.
Pernyataan tersebut disampaikan Desi saat dimintai keterangan oleh Tribunpadang.com di IGD RSUD Padang Panjang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Hari Ini Rabu, 8 Oktober 2025: Kabut/Asap Menyelimuti Kota Padang
Desi mengungkapkan, sebelumnya total pelajar yang masuk ke IGD RSUD Padang Panjang sebanyak 13 orang hingga Selasa sore usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun ujar Desi, pasien dari pelajar terus bertambah dengan keluhan yang sama dengan murid sebelumnya, yaitu mual, sakit perut, demam, dan nyeri menelan.
"Sekarang totalnya menjadi 27 orang," beber Desi.
Kata Desi, rombongan pelajar yang masuk bertambah sejak pukul 18:00 WIB hingga pukul 19:00 WIB.
"Dari awalnya 13, bertambah sebanyak 6 orang pukul 18:00 WIB dan pukul 19:00 WIB 8 orang," sebutnya.
Saat Tribunpadang.com meminta keterangan kepada Desi sekira pukul 20:00 WIB, para pelajar sudah tidak terlihat lagi.
Sedangkan, berdasarkan keterangan Desi, para pasien sudah dipulangkan karena kondisinya sudah stabil.
"Kondisinya stabil, lalu dipulangkan," bebernya.
Lalu, saat ditanya mengenai penambahan pelajar sebanyak 14 orang tersebut berasal dari sekolah mana, Desi menyebut masih dalam tahap pendataan.
"Kita masih mendata, dari sekolah mana mereka berasal," tambahnya.
Pengakuan Kimora
Belasan pelajar SMPN 3 Padang Panjang dilarikan ke RSUD Padang Panjang setelah menyantap menu MBG ayam krispi, tahu, dan sayur kol di sekolah, Selasa (7/10/2025).
Sejumlah pelajar mengaku mengalami sakit perut dan sesak napas tak lama setelah makan siang. Mereka menjalani perawatan di ruang gawat darurat rumah sakit tersebut.
Baca juga: 3 Berita Populer Padang: Anjing Liar Ditembak Mati, DPRD Sidak Sejumlah Dapur SPPG, Prakiraan Cuaca
Pernyataan tersebut disampaikan sejumlah pelajar saat ditemui Tribunpadang.com di Ruangan Emergency RSUD Padang Panjang.
Salah satu siswi, Kimora, mengatakan dirinya makan menu MBG ayam krispi sekitar pukul 11.00 WIB di sekolahnya. Menu yang disajikan berisi ayam bertepung, tahu goreng, dan sayur kol.
"Menunya tadi ayam pakai tepung, tahu goreng dan sayur kol," ungkapnya.
Namun 5 menit setelah itu, ia langsung merasakan mual,sakit perut dan sesak nafas.
"5 menit setelahnya saya merasakan sakit perut dan sesak nafas," kata Kimora.
Ia mengaku dilarikan ke RSUD Padang Panjang sekira pukul 12:30 WIB.
"Tadi sekitar setengah 1 dibawa ke sini," tambahnya.
Baca juga: Pelajar Diduga Keracunan MBG di Padang Panjang Terus Bertambah, Total Sudah 27 orang Selasa Malam
Penjelasan Disdik Padang Panjang
Sejumlah pelajar di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang usai mengalami mual, muntah, dan demam.
Dugaan sementara, para siswa tersebut mengalami gejala setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Nasrul, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, kejadian bermula ketika pihak sekolah melaporkan adanya beberapa siswa yang mengeluh sakit setelah makan siang program MBG.
“Awalnya kami mendapatkan laporan dari pihak sekolah bahwa sebanyak tujuh orang siswa di salah satu SD di kawasan Padang Panjang Timur mengalami kondisi badan yang kurang fit, seperti muntah,” kata Nasrul.
Mendapat laporan itu, pihaknya segera menghubungi Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memantau kondisi anak-anak tersebut.
“Setelah mendapat laporan, saya langsung koordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk turun ke lapangan. Mereka saat ini sedang melakukan pengecekan kondisi anak-anak dan menelusuri penyebab pastinya,” ujarnya.
Nasrul menjelaskan, dari tujuh siswa yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Padang Panjang, enam orang sudah diperbolehkan pulang, sementara satu siswa masih menjalani perawatan.
Baca juga: Gelar Rapat Identifikasi RPHD, KemenHAM Sumbar Tekankan Produk Hukum Daerah Bebas Diskriminasi
Namun, beberapa saat kemudian, dua siswa lain juga dilaporkan mengalami gejala serupa dan ikut dibawa ke rumah sakit.
“Informasi terbaru, dari tujuh anak yang dirawat, enam sudah pulang dan satu masih dirawat. Tapi barusan juga ada dua anak lagi yang datang ke rumah sakit dengan gejala yang sama,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, pihak Dinas Kesehatan kini sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.
“Sampel makanan sudah diambil untuk diuji di laboratorium. Jadi, untuk saat ini kami belum bisa memastikan apakah penyebabnya benar dari makanan program MBG atau faktor lain,” terang Nasrul.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah penerima program MBG di Kota Padang Panjang untuk memantau kondisi siswa secara ketat dan segera melapor jika ada gejala serupa.
“Kami sudah mengingatkan seluruh sekolah yang menjadi sasaran program untuk segera melapor bila ada hal serupa. Untuk sementara, belum ada laporan tambahan yang kami terima,” pungkasnya.
Baca juga: RSUD Padang Panjang Minta Pelajar Diduga Keracunan MBG Datang Kembali jika Kondisi Memburuk
2.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkotika di wilayah Sumbar.
Hal ini disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, usai kegiatan rilis dan pemusnahan barang bukti narkotika di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (7/10/2025).
Menurut Kombes Wedy, sepanjang September 2025 pihaknya berhasil menggagalkan sejumlah upaya peredaran narkotika berbagai jenis, mulai dari ganja, sabu-sabu, hingga pil ekstasi.
Tak hanya itu, pihaknya juga memusnahkan lebih dari 40 kilogram ganja dan 94,8 gram sabu-sabu hasil sitaan yang sudah mendapat penetapan eksekusi dari kejaksaan.
“Kami tegaskan, tidak ada ruang gerak bagi pemakai, pengedar, maupun bandar narkoba di wilayah hukum Sumatera Barat. Siapa pun yang mencoba bermain dengan barang haram ini, pasti akan berhadapan dengan kami,” tegas Kombes Wedy Mahadi.
Ia menjelaskan, dari tiga kasus yang diungkap pada bulan September, Ditresnarkoba Polda Sumbar mengamankan tujuh tersangka di beberapa lokasi berbeda, antara lain di Pasaman, Kota Padang, dan Payakumbuh.
Salah satu pengungkapan besar terjadi di wilayah Payakumbuh, di mana pelaku yang membawa 40 kilogram ganja sempat melakukan perlawanan dengan menabrak mobil petugas.
Namun, berkat kesigapan anggota dan bantuan masyarakat, pelaku berhasil diamankan tanpa korban jiwa.
“Dinamika di lapangan selalu ada, tapi kami siap mengantisipasi. Masyarakat juga banyak membantu kami dalam proses penyergapan. Ini bukti kedekatan dan kolaborasi yang baik antara aparat dan masyarakat,” ungkapnya.
Kombes Wedy menyebut, banyak informasi awal kasus narkotika yang terungkap berkat laporan masyarakat dari Gerakan Kampung Bebas Narkoba, termasuk dukungan tokoh adat dan wali nagari di sejumlah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat, ninik mamak, dan lembaga adat yang mau berkomunikasi dengan kepolisian. Kolaborasi seperti inilah yang membuat pengawasan terhadap narkotika bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain melakukan penindakan, Polda Sumbar juga terus memperkuat langkah preventif dan edukatif, termasuk menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan masyarakat dan kampus.
Kombes Wedy berharap masyarakat Sumbar semakin sadar bahwa narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga masa depan generasi muda dan keharmonisan keluarga.
“Kami berharap semua pihak ikut menjaga Sumbar dari bahaya narkoba. Bersama masyarakat, kami siap terus perang melawan narkoba, apa pun bentuk dan jumlahnya,” tutupnya.
3.Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap empat orang terduga anggota Teroris ISIS (Ansharuh Daulah) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).
Dari total empat terduga teroris itu tiga diamankan di Sumbar yakni dua di Padang dan satu orang di Pesisir Selatan.
Penegakan hukum ini berlangsung pada 3 dan 6 Oktober 2025. Keempat terduga teroris aktif menyebarkan propaganda dan provokasi untuk aksi teror melalui media sosial.
Penangkapan ini menjadi fokus utama Densus 88 dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal secara daring.
Juru Bicara Densus 88 AKBP Myandra Eka Wardhana membenarkan penangkapan empat terduga Teroris ISIS tersebut. Mereka diduga kuat terlibat dalam jaringan yang beroperasi di dunia maya.
Dikutip dari keterangan resmi Densus 88 AT Polri, para terduga pelaku ini menjalankan peran spesifik dalam menyebarkan konten radikal.
RW diamankan di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (3/10/2025) pukul 12.58 WIB.
Kemudian terduga teroris inisial KM berperan aktif melakukan propaganda di media sosial, mengunggah gambar pistol di akun media sosial miliknya.
KM diamankan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (6/10/2025) pukul 17.01 WIB.
Selanjutnya, terduga teroris AY berperan aktif melakukan propaganda di media sosial, konten kreator tentang Daulah ISIS.
AY ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (6/10/2025) pukul 18.00 WIB.
Lalu ada terduga teroris RR berperan aktif melakukan propaganda terkait Daulah/ISIS di media sosial, melakukan provokasi untuk melakukan aksi teror.
RR diringkus di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Senin (6/10/2025) pukul 07.06 WIB.
Sejumlah barang bukti turut disita antara lain satu rompi warna hijau loreng, tiga lembar kertas print warna hitam bertuliskan logo ISIS, satu buku dengan latar belakang pimpinan ISIS berjudul “Kupas Tuntas Khilafah Islamiyyah”.
Kemudian satu 1 buku dengan latar belakang bendera Daulah berjudul “Melawan Penguasa” dan satu buku berjudul Al Qiyadah wal Jundiyah (berisi penegakan Daulah).
Masyarakat diimbau waspada terhadap setiap bentuk provokasi dan penyebaran propaganda di media sosial.
Radikalisasi di media sosial masih ada dan bahkan semakin massif.
Selain waspada terhadap diri sendiri, diharapkan turut serta melakukan pengawasan terhadap rekan, keluarga, terlebih khusus anak-anak yang rawan terpapar materi radikal.
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Teror Beruang di Pasbar, Penyebab Cuaca Panas dan Razia SPBU Sijunjung |
|
|---|
| 3 Berita Populer Sumbar: Tiga Penimbun Solar Subsidi Ditangkap hingga Gerakan 29 Ribu Pohon |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Solar Tersedot ke PETI, Bahaya Rupiah Melemah dan Aksi Pencuri di Pasbar |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Kecewa Vonis Mati Wanda, Truk Tabrak Truk dan Kecelakaan di Payakumbuh |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Pria Tewas Tergantung, Gunung Marapi Erupsi dan Inflasi Mei 3,91 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/12-pelajar-dari-3-sekolah-Kota-Padang-Panjang-dilarikan-ked.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.