Harimau Serang Warga Solok Selatan

Dua Warga Solok Selatan Diserang Harimau, BKSDA Pasang Perangkap dan Lakukan Patroli Penghalauan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah cepat untuk menangani serangan harimau

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Polsek KPGD
DUA ORANG WARGA DI SOLOK SELATAN MENDAPAT SERANGAN DARI HARIMAU: Dua orang warga Jorong Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Solok Selatan, Sumatera Barat menjadi korban serangan harimau, Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak, Amsal dan Pandi yang mengalami luka robek di bagian kaki, tangan dan punggung. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah cepat untuk menangani serangan harimau di Solok Selatan.

Selain mengumpulkan informasi, tim yang diterjunkan juga melakukan patroli dan memasang kandang jebak. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi jika harimau kembali beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Jorong Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Dua orang warga setempat menjadi korban serangan harimau pada Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kedua korban diketahui merupakan ayah dan anak, yakni Amsal dan Pandi. Akibat serangan satwa liar tersebut, keduanya mengalami luka robek serius di bagian kaki, tangan, dan punggung.

Baca juga: Calon Pegawai Pemko Bukittinggi Diduga Positif Narkoba, 14 Orang Malah Tak Datang Saat Giliran Tes

Setelah mendapatkan pertolongan, kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Solok Selatan untuk menjalani perawatan intensif.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung BKSDA Sumatera Barat, Mecky Aditya Eka Putra, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Ia menyampaikan bahwa BKSDA Sumbar segera menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penanganan.

“Tadi malam kami sempat berkomunikasi dengan dua orang anggota DPRD Solok Selatan. Dari informasi yang disampaikan, memang terjadi interaksi negatif antara satwa liar harimau dengan manusia, dan hal itu mengakibatkan dua orang warga menjadi korban," ujarnya, Rabu (17/9/2025).

"Saat ini keduanya sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Solok Selatan. Menindaklanjuti laporan ini, pimpinan kami langsung memberikan instruksi untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan,” lanjutnya.

Baca juga: Polda Sumbar Musnahkan 96 Kilo Narkoba Hasil Ungkap 37 Kasus, Sabu Direbus Pakai Cairan Pembersih

Lebih lanjut, Mecky menjelaskan bahwa sejak Rabu (17/9/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, tim dari BKSDA Sumbar sudah bergerak menuju lokasi untuk mengumpulkan informasi sekaligus melakukan penanganan awal.

BKSDA Sumbar juga telah berkoordinasi dengan Kapolsek KPGD serta Kepala Seksi Wilayah dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), mengingat kawasan konservasi terdekat dengan lokasi kejadian merupakan bentang alam TNKS.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah pengumpulan informasi di lapangan, melakukan patroli penghalauan, serta memasang kandang jebak sebagai upaya antisipasi jika harimau kembali beraktivitas di sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan cepat begitu mendapat laporan adanya konflik antara manusia dengan satwa liar.

“Tim BKSDA semalam langsung kita turunkan ke lapangan. Setelah mendapat kabar adanya interaksi negatif antara harimau dengan manusia, tim segera bergerak untuk melakukan penanganan langsung di lokasi. Langkah ini dilakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelas Hartono.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Serangan Harimau di Solok Selatan, Ayah dan Anak Jadi Korban

Hartono juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan atau jalur pergerakan satwa liar.

Pihaknya berharap kewaspadaan warga dapat mencegah terjadinya konflik serupa di kemudian hari.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved