Ramadan 2026
Awal Ramadan 1447 H, Penjualan Pakaian Muslim di Pasar Raya Padang Masih Sepi
"Untuk penjualan saat ini masih stabil untuk awal Ramadan tahun ini. Kondisinya masih sama seperti hari biasa," kata Rani saat ditemui di tokonya.
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Penjualan pakaian muslim dan perlengkapan ibadah di awal Ramadan 1447 Hijriah belum terjadi, penjualan masih sama dengan hari biasanya.
- Puncak lonjakan pembeli diperkirakan akan terjadi dua minggu jelang Lebaran.
- Banyak calon pembeli yang membandingkan harga yang dijual di online dengan harga di pasar.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Memasuki awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026, sejumlah pedagang pakaian muslim di kawasan Pasar Raya Padang mengeluhkan kondisi pasar yang masih sepi pembeli.
Pantauan di lokasi, aktivitas di kawasan Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat ini sebenarnya terbilang sibuk, pada Selasa (24/2/2026).
Banyak warga yang hilir mudik mencari bahan pangan untuk menu berbuka puasa. Namun, kesibukan tersebut rupanya belum merata ke sektor sandang.
Pemandangan kontras terlihat di area Lantai Bawah Padang Teater. Di sana, toko-toko baju muslim tampak jauh lebih lengang dibandingkan toko bahan pokok.
Baca juga: Berburu Takjil di Pasa Pabukoan Imam Bonjol Padang, Harga Mulai Rp1.000
Salah satu pedagang, Rani Novita Sari (37), mengungkapkan bahwa penjualan pakaian muslim dan perlengkapan ibadah di awal Ramadan tahun ini masih stagnan.
Meski sepi, ia dan rekan sesama pedagang tetap semangat menjajakan barang dagangannya kepada setiap warga yang melintas.
Sesekali mereka memanggil calon pembeli yang lewat untuk sekadar bertanya barang apa yang sedang dicari. Namun, mayoritas warga hanya berlalu atau menggelengkan kepala.
"Untuk penjualan saat ini masih stabil untuk awal Ramadan tahun ini. Kondisinya masih sama seperti hari biasa," kata Rani saat ditemui di tokonya.
Baca juga: Masjid Taqwa Muhammadiyah Pasar Raya Padang Siapkan 130 Porsi Takjil Setiap Hari Selama Ramadan
Rani menyebutkan bahwa grafik penjualan di awal bulan puasa memang belum bisa dipatok. "Terkadang ramai dan kadang sepi," jelasnya.
Ia memprediksi puncak lonjakan pembeli baru akan terjadi sekitar dua minggu menjelang Lebaran.
"Biasanya jelang Lebaran masyarakat banyak mencari kain sarung, baju koko, dan mukena. Untuk mukena dijual tergantung kualitas, paling murah Rp60.000, sedangkan yang tertinggi Rp400.000," ujarnya.
Selain itu, terdapat mukena kerancang Bukittinggi yang dipatok mulai Rp250.000 hingga jutaan rupiah.
"Biasanya dibeli oleh perantau yang pulang kampung," sambungnya. Sementara untuk baju koko, dibanderol mulai dari Rp50.000 hingga Rp150.000.
Dampak Belanja Online dan Pasca Pandemi
Menurut Rani, kelesuan pasar tradisional mulai terasa signifikan sejak pandemi Covid-19 dan berlanjut hingga saat ini. Faktor lainnya adalah pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih gemar belanja secara daring (online).
"Terkait banyaknya pedagang online sangat berpengaruh terhadap pedagang seperti saya, soalnya harga di online lebih murah daripada pedagang di pasar," sebutnya.
| Pemko Padang Salurkan Santunan Rp37 Juta untuk 112 Anak Yatim dan Piatu di Balai Kota |
|
|---|
| Wawako Padang Safari Ramadan ke Bungus, Serahkan Rp40 Juta untuk Bangun Masjid Nurul Amal Jaruai |
|
|---|
| Diduga Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Kepung Tempat Karaoke di Simpang Haru Padang |
|
|---|
| Disnakertrans Sumbar Buka Posko Pengaduan THR 2-27 Maret 2026, Pembayaran Maksimal H-7 Lebaran |
|
|---|
| Polda Sumbar Berlakukan One Way di Lembah Anai Selama Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pedagang-pakaian-muslim-padang-2422026.jpg)