Berita Populer Padang
3 BERITA POPULER PADANG: Update Kematian Bayi Alceo, Penimbunan Solar dan Maling Motor Kepergok
Alceo merupakan, bayi yang meninggal dunia diduga akibat kelalaian yang terjadi di RSUP M Djamil Padang beberapa waktu lalu.
Ketua Tim MDP diketahui bernama Sudaryanto. Ia terlihat mengenakan jas berwarna cokelat dan celana formal krem.
Sementara, usai pihak MDP tidak memberikan keterangan, TribunPadang.com mencoba mengkonfirmasi kepada pihak keluarga.
Ayah Alceo, Doris Flantika, mengatakan bahwa pihak MDP meminta keterangan pihak keluarga mengenai kronologi kematian anaknya.
Selain itu, dugaan-dugaan kelalaian yang terjadi di RSUP M Djamil Padang juga disampaikan oleh istri Doris bernama Nuri Khairma.
"Mereka datang dan meminta keterangan sejak pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.15 WIB seputar kronologi kematian Alceo," kata Doris di kediamannya.
Baca juga: Wamenkes Bungkam Soal Kasus Bayi Alceo, Pengawal Halangi Wartawan saat Doorstop di Padang
Ia melanjutkan, selama kurang lebih 2,5 jam memberikan keterangan, pihak MDP mengajukan sebanyak 20 pertanyaan.
Sedangkan total tim yang datang ke rumahnya, Doris mengaku mencapai enam orang, terdiri dari ketua tim dan anggota.
"Kurang lebih 20 pertanyaan yang diajukan ke kami seputar kronologi, mereka datang sebanyak enam orang," tambahnya.
Keluarga Laporkan Kejanggalan Dokumen Kematian
Keluarga Alceo Hanan Flantika kembali melapor ke Polda Sumatera Barat.
Bila sebelumnya keluarga telah melaporkan delapan tenaga medis yang menangani bayi Alceo atas dugaan kelalaian pelayanan medis, kali ini laporan terkait dugaan adanya ketidaksesuaian surat keterangan kematian yang diterbitkan RSUP Dr M Djamil Padang.
Laporan disampaikan pada Minggu (10/5/2026) oleh pihak keluarga didampingi kuasa hukum mereka, Dr Suharizal.
Baca juga: Kami Ingin Perubahan, Harapan Ayah di Padang ke Presiden Usai Alceo Tiada di RSUP DR M Djamil
Dalam laporan itu, keluarga menyertakan dugaan adanya pemalsuan keadaan dalam surat resmi yang ditandatangani salah seorang pejabat manajemen rumah sakit berinisial CM.
Suharizal menjelaskan, persoalan itu diketahui setelah keluarga memeriksa dokumen yang diterima usai bayi Alceo meninggal dunia pada 3 April 2026.
Menurut dia, dari hasil penelusuran awal ditemukan adanya perbedaan antara waktu kematian dengan tanggal yang tercantum pada surat keterangan kematian.
“Dalam surat itu tertulis tanggal 3 Maret 2026. Padahal bayi Alceo meninggal pada 3 April 2026,” ujar Suharizal kepada awak media di salah satu cafe di Kota Padang, Minggu (10/5/2026).
Populer Padang hari ini
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
Alceo Hanan Flantika
Kemenkes
Penyalahgunaan BBM Subsidi
BBM Ilegal
maling
maling motor
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pantai Diserbu Wisatawan, Alasan GM Baru Kabau Sirah dan Antrean SPBU |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: OB Unand Meninggal Tergantung hingga Minibus Rem Blong di Sitinjau Lauik |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Sapi Kurban Mandi Kembang, Momen Idul Adha di Huntara dan Penangkapan Curas |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Kebakaran Rumah di Tarantang, Sapi Kurban Presiden hingga Kasus Curanmor |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Jemaah Naqsabandiyah Idul Adha Duluan, 60 Siswa Dibiayai Kuliah ke China |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kemenkes-RI-soal-kematian-bayi-Alceo-162026.jpg)