Kota Padang
Komisi III DPRD Padang Soroti Baliho Rapuh dan Operasional AMP yang Belum Optimal
Ia menyebut kapasitas produksi AMP mencapai 15 ton per hari. Akan tetapi, realisasi produksi saat ini baru berkisar 3 hingga 4 ton per hari.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
“Kalau tidak sedang dipakai, bisa ditutup kain putih atau dimanfaatkan untuk himbauan strategis pemerintah, misalnya soal larangan membuang sampah sembarangan, hemat air, atau peringatan musim kemarau,” katanya.
Optimalisasi Alat Produksi Aspal (AMP)
Dalam rapat yang sama, Komisi III juga menyoroti operasional AMP yang sebelumnya dianggarkan pada akhir 2025 untuk mendukung percepatan penanganan jalan berlubang di Kota Padang.
Helmi mengatakan, AMP tersebut telah mulai beroperasi dan sudah digunakan untuk pekerjaan perbaikan di sejumlah titik jalan. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal.
Baca juga: Menilik Lokasi Lansia Hanyut di Nagari Anduring, Pemkab Padang Pariaman Siapkan Jembatan Bailey
Ia menyebut kapasitas produksi AMP mencapai 15 ton per hari. Akan tetapi, realisasi produksi saat ini baru berkisar 3 hingga 4 ton per hari.
“Secara operasional sudah berjalan, tetapi belum maksimal. Masih ada persoalan sarana dan infrastruktur pendukung yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Rencana Pemindahan Lokasi Fasilitas
Menurut Helmi, saat ini AMP masih berada di kawasan DLH. Dalam rapat itu, Dinas PUPR menyampaikan rencana pemindahan fasilitas tersebut ke lahan milik PUPR agar pengoperasiannya lebih efektif dan representatif.
“PUPR menyampaikan paling lambat satu bulan akan dipindahkan ke lahan mereka sendiri. Ini penting agar percepatan penanganan jalan berlubang bisa lebih maksimal,” katanya.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman Bangun Jembatan Darurat di Anduring, Normalisasi Sungai Lubuk Aur Dimulai
Ia menambahkan, dari hasil pembahasan, OPD juga menyampaikan sejumlah kebutuhan tambahan sarana dan prasarana.
Termasuk kebutuhan anggaran untuk mendukung optimalisasi AMP serta biaya penertiban dan pembongkaran baliho yang sudah tidak layak.
“Kalau ada baliho yang sudah tidak berizin, lapuk, dan membahayakan pengguna jalan, tentu pembongkarannya juga membutuhkan anggaran. Begitu pula untuk mendukung sarana AMP agar pelayanan ke masyarakat lebih cepat,” tutup Helmi.(*)
| Daftar Pemenang Padang Rancak Award 2026, RT 05 Gunung Sarik Jadi yang Terbaik di Kota Padang |
|
|---|
| Pemko Padang Rampungkan Pemeriksaan LKPD 2025, BPK Serahkan Catatan Evaluasi |
|
|---|
| Kampung KB Baringin Sakti Wakili Sumbar di Ajang Nasional, Targetkan Tembus 5 Besar |
|
|---|
| 6 Bangunan Liar di Padang Barat Ditertibkan Satpol PP: 4 Dibongkar, 2 Diberi Tenggang Waktu |
|
|---|
| Siapa Saja? Ini Nama-nama 11 Kepala Puskesmas di Kota Padang yang Baru Dilantik Wako |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/omisi-III-DPRD-Kota-Padang-menggelar-rapat-kerja-752026.jpg)