Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Rumah Disambar Petir, Penertiban Bangunan Liar dan Harga BBM Naik

Kebakaran ini dilaporkan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 15.15 WIB.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Damkar Kota Padang
KEBAKARAN SEBUAH RUMAH- Petugas Damkar Kota Padang berusaha melakukan proses pemadaman api yang menghanguskan rumah di kawasan Bukit Gado-Gado, Rt 4/Rw 2, Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (6/5/2026). Kasi Operasional Damkar Padang, Sutopo, sebut warga sekitar menduga kebakaran akibat sambaran petir. 

Ekonom Universitas Andalas (Unand), Syafruddin Karimi menyebut bahwa dampak kenaikan BBM tidak hanya terjadi pada biaya energi, tetapi telah merambat ke berbagai aspek ekonomi masyarakat.

“Dampaknya bukan hanya soal harga di SPBU. Ini sudah masuk ke biaya rumah tangga, usaha kecil, pendapatan nelayan, hingga inflasi daerah,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Kata dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 tercatat hanya 3,37 persen, turun dari 4,37 persen pada 2024.

Baca juga: 6 Bangunan Liar di Padang Barat Ditertibkan Satpol PP: 4 Dibongkar, 2 Diberi Tenggang Waktu

Itu artinya ujar Karimi, daya tahan ekonomi daerah sudah melemah sebelum tekanan energi membesar.

Selain itu, struktur ekonomi Sumbar didominasi sektor yang sangat sensitif terhadap BBM, yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 21,76 persen, perdagangan 16,41 persen, serta transportasi dan pergudangan sekitar 11 persen pada triwulan II-2025.

"Dampak kenaikan BBM tidak berhenti di tingkat SPBU, tetapi merambat langsung ke kehidupan masyarakat," jelasnya.

Dampak utama yang dirasakan adalah meningkatnya biaya produksi dan distribusi, turunnya daya beli masyarakat, serta terganggunya pendapatan kelompok pekerja harian seperti nelayan.

Kenaikan biaya melaut membuat sebagian nelayan mengurangi aktivitas, yang berdampak pada menurunnya pasokan ikan dan kenaikan harga di pasar. Kondisi ini turut memengaruhi konsumsi rumah tangga, terutama kebutuhan pangan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 6 Mei 2026: Potensi Hujan Lebat di Solsel, Sijunjung dan Dharmasraya

"Selain itu, kenaikan ongkos transportasi mendorong harga barang di pasar, sementara pelaku usaha kecil menghadapi tekanan akibat biaya operasional yang meningkat," ucap Karimi.

Syafruddin menyebut sejumlah sektor paling terdampak, yakni perikanan, pertanian, perdagangan, transportasi, pariwisata, UMKM kuliner, serta industri pengolahan.

“Sektor-sektor ini sangat sensitif terhadap BBM. Ketika biaya energi naik, efeknya langsung terasa dari produksi hingga distribusi,” katanya.

Menurutnya, nelayan dan petani menjadi kelompok paling rentan karena sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas produksi.

Sementara itu, sektor perdagangan dan UMKM menghadapi kenaikan biaya distribusi serta melemahnya daya beli konsumen.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Syafruddin menekankan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah, terutama dalam menjaga stabilitas distribusi dan melindungi kelompok rentan.

Baca juga: Profil Nagari Anduriang, Wilayah Terluas di 2x11 Kayu Tanam Padang Pariaman dengan Sejumlah Potensi

Dalam hal ini, Karimi menyarankan pengawasan distribusi BBM agar tepat sasaran, mencegah praktik pelanggaran, serta memastikan akses energi bagi pelaku usaha kecil tetap terjaga.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved