Orang Tenggelam di Padang

Radius Pencarian 2 Bocah Hanyut di Padang Diperluas, Tim SAR: Pencarian Hari Kelima Masih Nihil

"Pencarian kita lakukan hari ini hingga 24 Nm, dan terus meningkat setiap harinya. Besok ditingkatkan lagi hingga 30 Nm," terang Tri.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
PENCARIAN KORBAN HILANG- Danru Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, memberikan keterangan usai pencarian hari kelima berakhir di kawasan Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Rabu (22/4/2026). Tri sebut pencarian hari kelima masih nihil, bahkan sudah dibantu kapal nelayan. 

Diketauhi bahwa dua orang bocah bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) dilaporkan terseret ombak di kawasan pantai yang berada tepatnya di belakang Universitas Bung Hatta (UBH) pada Sabtu (18/4/2026).

Petugas gabungan telah berupaya melakukan pencarian secara bersama-sama. Namun, hingga pencarian hari kelima, tanda-tanda keberadan korban belum diketahui.

Baca juga: Tak Kunjung Ditemukan, Tim Gabungan Kerahkan Penyelam Cari 2 Bocah Tenggelam di Padang

Setiap harinya, petugas terus melakukan evaluasi dan memperluas area pencarian yang juga dibantu nelayan sekitar.

Jon Lawer menyebut area korban terseret ombak dipenuhi oleh material berupa kayu dan pasir yang terbawa saat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Selain banyaknya material kayu dan sedimen pasir, beberapa karang laut juga terhampar di sekitar lokasi korban hilang.

"Iya, di sini memang banyak kayu dan pasir yang terbawa saat galodo (banjir bandang). Banyak juga kayu dan bambu yang mengapung," kata Jon memberikan keterangan di lokasi pencarian korban.

Baca juga: Hari Kelima Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Padang, Nelayan Ikut Bantu Penyisiran

Ia menduga, dua korban yang belum ditemukan hingga pencarian hari kelima, diduga tersangkut di material kayu di dalam laut.

Selain itu, dugaannya terhadap korban berkemungkinan juga tersangkut di karang yang ada di tengah laut.

"Kalau dugaan saya memang tersangkut di kayu atau bambu, karena saat galodo banyak material yang terbawa ke laut ini," ujarnya.

Kata dia, lokasi hilangnya korban juga berada dekat palung laut. Masyarakat lokal maupun nelayan meyakini adanya palung tersebut sejak dahulunya.

Akan tetapi, terkait kemungkinan korban terseret ombak ke pulau terdekat di lokasi terakhir hanyut, Jon membantahnya.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Bioskop Padang Hari Ini 22 April 2026: Ada Film Michael

"Kalau palung ini kata orang tua kita dulu memang ada, tapi tidak tahu masuk ke sana, dugaan saya tersangkut di kayu. Tapi kalau terbawa ombak hingga ke pulau, saya rasa tidak, karena ini sudah pencarian hari kelima," sebutnya.

Ia sebagai warga lokal mengatakan, pada umumnya cuaca akan hujan dan badai saat ada korban hanyut.

Fenomena itu sudah muncul jelang hari kelima pencarian kata Jon, namun korban belum kunjung ditemukan.

"Seharusnya usai hujan dan badai, korban sudah ditemukan, biasanya tanda alam khususnya di laut seperti itu, saya tidak tahu juga kenapa belum ditemukan. Bisa saja memang tersangkut, meski cuaca buruk sudah muncul," tambahnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved