Idul Adha 2026
Padang Kurang 5.000 Sapi Kurban, Dinas Pertanian Datangkan Pasokan dari Medan hingga NTT
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengungkapkan kebutuhan sapi kurban di Kota Padang setiap tahunnya mencapai sekitar 8.000 ekor.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Kebutuhan sapi kurban Padang capai 8.000 ekor, stok lokal jauh dari cukup
- Hanya 3.000 ekor tersedia, sisanya didatangkan dari luar daerah
- Pasokan terbesar datang dari Sumbar hingga luar pulau
- Dinas pastikan semua sapi diperiksa dan divaksin PMK
- Warga diminta teliti, salah pilih hewan kurban bisa berisiko
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, ketersediaan hewan kurban di Kota Padang dipastikan belum mampu mencukupi kebutuhan secara mandiri. Pemerintah Kota Padang masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengungkapkan kebutuhan sapi kurban di Kota Padang setiap tahunnya mencapai sekitar 8.000 ekor.
“Untuk kebutuhan di Kota Padang itu kurang lebih 8.000 ekor. Namun yang tersedia di dalam kota hanya sekitar 3.000 ekor,” ujarnya saat ditemui Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, ribuan sapi tersebut berasal dari puluhan kandang penampungan yang tersebar di Kota Padang. Meski demikian, sebagian dari ternak tersebut juga didatangkan dari luar daerah.
“Sekitar 3.000 ekor itu berada di 64 kandang penampungan di Kota Padang. Itu pun tidak semuanya murni dari dalam daerah, karena ada juga yang didatangkan dari Medan dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.
Baca juga: Harga Telur Ayam di Padang Stabil saat BBM Non-Subsidi Naik, Cabai Merah Justru Makin Mahal
Sementara itu, kekurangan sekitar 5.000 ekor sapi dipenuhi dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan sekitarnya.
“Selebihnya sekitar 5.000 ekor didatangkan dari daerah lain seperti Batusangkar, Padang Pariaman, dan Solok Selatan,” tambahnya.
Yoice menegaskan, secara persentase, ketersediaan sapi dari dalam Kota Padang hanya sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen lainnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Paling-paling yang ada di Kota Padang itu hanya 30 persen. Sekitar 70 persen memang berasal dari luar,” tegasnya.
Meski demikian, Dinas Pertanian memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Padang tetap dalam pengawasan kesehatan.
Baca juga: Rutan Padang Deklarasi Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Bebas HP, Pungli dan Narkoba
Jika ditemukan ternak yang sakit, pihaknya akan melakukan penanganan dan pengobatan terlebih dahulu sebelum dinyatakan layak kurban.
Selain itu, upaya pencegahan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga terus dilakukan melalui program vaksinasi.
“Tahun kemarin sudah ada vaksin PMK dan sampai sekarang tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun 2026, Dinas Pertanian Kota Padang mengingatkan masyarakat dan panitia kurban agar lebih cermat dalam memilih hewan kurban, terutama dengan mengenali ciri-ciri ternak yang tidak layak.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami indikator kesehatan hewan kurban, sehingga berpotensi memilih ternak yang tidak memenuhi syarat.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Penjualan Lesu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/IDUL-ADHA-Ilustrasi-proses-pemotongan-hewan-kurban.jpg)