Penemuan Mayat di Padang
Identitas Mahasiswa PNP yang Tewas di Padang: Ternyata Warga Solok Selatan, Bukan Dharmasraya
Dia bukan orang Dharmasraya, tapi dari Solok Selatan. Kami tahu karena kami satu kampung.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Arif Ramanda Kurnia
Ringkasan Berita:
- Kabar meninggalnya seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) dalam kondisi gantung diri di kamar kosnya kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sempat menimbulkan kebingungan terkait identitas asal korban.
- Korban diketahui berinisial FDA, mahasiswa aktif semester 6 di PNP.
- Bima yang merupakan tetangga korban di kampung halaman menegaskan, FDA berasal dari Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kabar meninggalnya seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) dalam kondisi gantung diri di kamar kosnya kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sempat menimbulkan kebingungan terkait identitas asal korban.
Bantahan Asal Daerah Korban
Di media sosial, dan laporan polisi awal korban disebut-sebut berasal dari Kabupaten Dharmasraya.
Namun informasi tersebut dipastikan tidak benar oleh pihak keluarga dan kerabat dekat korban.
Baca juga: Kesaksian Pemilik Kos di Limau Manis Temukan Mahasiswa Tergantung: Pintu Terkunci, Jasad Menghitam
Korban diketahui berinisial FDA, mahasiswa aktif semester 6 di PNP.
Identitas Asli dari Solok Selatan
Salah seorang teman korban, Bima Adistia (21), mengaku awalnya juga mengetahui kabar tersebut dari media sosial dan sempat terkejut melihat informasi yang beredar.
“Kami tahu dari media sosial. Di sana disebut korban dari Dharmasraya, tapi itu tidak benar,” ujarnya saat ditemui TribunPadang.com di RS Bhayangkara Padang, Sabtu (11/4/2026).
Bima yang merupakan tetangga korban di kampung halaman menegaskan, FDA berasal dari Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
“Dia bukan orang Dharmasraya, tapi dari Solok Selatan. Kami tahu karena kami satu kampung,” katanya.
Menurutnya, kabar yang beredar di media sosial dikenali dari foto dan video yang memperlihatkan sosok korban, sehingga keluarga dan warga kampung memastikan identitas tersebut.
“Dari foto dan video itu kami langsung tahu, karena kenal wajah dan badannya,” ujarnya.
Keluarga Sempat Hilang Kontak
Ia juga mengungkapkan, keluarga korban di kampung sebelumnya sempat kehilangan kontak dengan korban selama beberapa hari.
“Informasi dari keluarga, sudah sekitar empat hari tidak ada kabar,” katanya.
Baca juga: Ditinggal Bantu Memasak di Acara Pesta Pernikahan, Rumah Pedagang di Sirukam Solok Ludes Terbakar
Saat ini, orang tua korban telah berada di Padang untuk mengurus administrasi di Polsek Pauh sebelum membawa jenazah pulang ke kampung halaman.
“Orang tua sudah di sini, sedang mengurus di Polsek Pauh,” ujarnya.
Sementara itu, korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Sabtu pagi. Pemilik kos, Mesi (25), mengatakan penemuan tersebut bermula saat ia diminta oleh ayah korban untuk mengecek kondisi anaknya.
| Kronologi Penemuan Mayat di Parak Gadang Timur: Diduga Hanyut Saat Memancing di Sungai |
|
|---|
| Identitas Mayat Pria Berbaju Kuning di Parak Gadang Timur Terungkap: Berusia 62 Tahun |
|
|---|
| Update Penemuan Mayat Baju Kuning di Parak Gadang Timur, Jasad Dievakuasi ke RS Bhayangkara Padang |
|
|---|
| Breaking News: Warga Padang Timur Geger, Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai |
|
|---|
| Mengenali Faktor Pemicu Seseorang Memilih Mengakhiri Hidup dan Cara Mencegahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bima-teman-korban.jpg)