Penemuan Mayat di Padang

Identitas Mayat Pria Berbaju Kuning di Parak Gadang Timur Terungkap: Berusia 62 Tahun

Korban dipastikan merupakan seorang lansia berumur 62 tahun bernama Afrizal, yang tercatat sebagai warga Banuaran, Kota Padang.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BPBD Kota Padang
PENEMUAN MAYAT- Petugas gabungan mengevakuasi mayat yang ditemukan mengambang dalam aliran sungai di dekat Lapangan Matador, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (17/5/2026). Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan peristiwa penemuan jasad tersebut pertama kali masuk dalam pantauan petugas sekitar pukul 13.40 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Update penemuan mayat di dekat Parak Gadang Timur, Padang.
  • Mayat berjenis kelamin laki-laki dan memakai baju wana kuning.
  • Mayat dievakuasi oleh petugas gabungan.
  • Korban dipastikan merupakan seorang lansia berumur 62 tahun bernama Afrizal, yang tercatat sebagai warga Banuaran, Kota Padang.
  • Saat ini, kepolisian telah mengambil alih penanganan kasus untuk penyelidikan lebih lanjut.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Misteri identitas mayat laki-laki berbaju kuning yang ditemukan mengapung di aliran sungai Banda Bakali, dekat Lapangan Matador, akhirnya terungkap.

Korban dipastikan merupakan seorang lansia berumur 62 tahun bernama Afrizal, yang tercatat sebagai warga Banuaran, Kota Padang.

Kepastian identitas korban didapatkan setelah istri korban datang langsung ke lokasi kejadian di RT 05 RW 07, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (17/5/2026) siang.

Tangis histeris pun pecah saat sang istri memastikan bahwa jasad yang terbujur kaku tersebut adalah suaminya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan peristiwa penemuan jasad tersebut pertama kali masuk dalam pantauan petugas sekitar pukul 13.40 WIB.

Baca juga: Update Penemuan Mayat Baju Kuning di Parak Gadang Timur, Jasad Dievakuasi ke RS Bhayangkara Padang

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah dalam posisi tertelungkup di dalam air. Penemuan ini langsung memicu kegemparan di tengah masyarakat Parak Gadang Timur yang sedang menikmati libur akhir pekan.

Puluhan warga setempat berbondong-bondong memadati bantaran sungai Banda Bakali untuk menyaksikan dari dekat kondisi korban.

Mendapat laporan darurat dari masyarakat, Anggota Rescue PB BPBD Kota Padang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Petugas kami di lapangan langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan evakuasi korban begitu menerima laporan dari warga terkait adanya jasad yang mengapung,"terangnya.

Tidak hanya dari internal BPBD, sejumlah instansi vertikal dan organisasi relawan kemanusiaan juga terpantau bahu-membahu di area bantaran sungai.

Tercatat, tim gabungan yang turun ke TKP terdiri dari unsur TNI, Polri, tim Inafis Polresta Padang, pihak Kecamatan Padang Timur, serta perangkat Kelurahan Parak Gadang Timur.

Kehadiran petugas kepolisian sekaligus untuk mengamankan area sekitar agar tetap kondusif.

Baca juga: Cuaca Buruk di Padang, Nelayan Purus Terpaksa Utang ke Istri untuk Sambung Hidup

Selain unsur pemerintahan, kekuatan evakuasi juga disokong penuh oleh para relawan kebencanaan.

Mulai dari personel Dubalang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kelompok Siaga Bencana (KSB), Relawan Rumah Zakat, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang.

Kerja sama solid tim gabungan beserta pengurus RT/RW dan masyarakat setempat membuat proses pengangkatan jasad berjalan relatif cepat.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved