Warga Tertabrak Kereta Api

Buruh Asal Cilacap Tewas Tertabrak KA di Padang, Warga: Orangnya Baik, Ramah dan Sayang Anak-Anak

Dalam kesehariannya, Ernawati mengenal Kaslim sebagai sosok yang baik, ramah terhadap anak-anak serta masyarakat, dan rajin beribadah.

|
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar

Ringkasan Berita:
  • Buruh asal Cilacap tertabrak kereta api di Limau Manis Selatan, Padang, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
  • Korban bernama Kaslim (50), buruh harian asal Cilacap yang mengontrak tidak jauh dari lokasi kejadian.
  • Korban dikenal sebagai sosok yang menyukai anak kecil dan suka memberi jajan.
  • Kemudian korban dikenal baik, ramah, dan rajin beribadah.

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Korban tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dikenal sebagai sosok yang ramah dan rajin beribadah.

Hal itu disampaikan oleh sejumlah warga Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut, Limau Manis Selatan, pada Rabu (25/3/2026).

Diketahui bahwa telah ditemukan mayat seorang pria bernama Kaslim (50) dalam kondisi meninggal dunia di pinggir rel kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, pada pagi hari.

Korban yang merupakan warga Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Baca juga: Layanan Publik di Solok Selatan Kembali Beroperasi Pascalibur Idul Fitri, ASN Dilarang Tambah Libur

Seorang warga, Ernawati, mengatakan korban merupakan seorang buruh harian yang berasal dari Tegalkamulyan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam kesehariannya, Ernawati mengenal Kaslim sebagai sosok yang baik, ramah terhadap anak-anak serta masyarakat, dan rajin beribadah.

"Baik sama anak-anak, ramah, rajin salat wajib dan tarawih saat bulan puasa kemarin," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi, sekitar pukul 10.05 WIB.

Kata Ernawati, korban diketahui menyewa sebuah kontrakan bersama pekerja flyover Sitinjau Lauik di Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.

Baca juga: Polisi Petakan Dua Gelombang Puncak Arus Balik di Lintas Sumatera Dharmasraya, Pemudik Harus Waspada

Kata dia, korban sudah tinggal di Perumahan Fakrisindo Ulu Gadut lebih kurang selama tiga bulan terakhir.

Dalam kesehariannya, korban dinilai menyukai anak-anak, dan sering memberi uang jajan mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.

"Kalau ke anak-anak sering memberi uang untuk jajan mereka. Kadang ditolak, tapi kata korban ambil saja," kata Ernawati.

Senada dengan itu, Asmit Yulita (41), juga menyebut korban sangat ramah terhadap masyarakat sekitar.

Ketika berselisih jalan, korban selalu menyapa siapa saja yang ditemuinya di sekitar kontrakannya.

Baca juga: Buruh Tewas Tertabrak Kereta Api di Limau Manis Padang, Saksi Dengar Jeritan Dini Hari

"Korban ini sangat baik, suka menyapa, apalagi kepada anak-anak," sebutnya di depan kediamannya, kawasan Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved