Ramadan 2026
Mawar Sulit Didapat, Pedagang Bunga Tabur TPU Tunggul Hitam Padang Terpaksa Beli Harga Mahal
Pedagang bunga tabur di TPU Tunggul Hitam,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengeluhkan sulitnya mencari bahan baku
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Pedagang bunga tabur kuburan di TPU Tunggul Hitam Padang mengaku kesulitan mendapatkan bunga mawar jelang Ramadan.
- Permintaan naik seiring tradisi ziarah kubur yang ramai dilakukan warga.
- Harga mawar melonjak hingga Rp3.000 per tangkai karena pasokan terbatas.
- Pasokan dari Lubuk Minturun berkurang akibat galodo, pedagang harus beli ke Pasar Raya Padang.
- Meski bahan mahal, pedagang tetap berjualan karena momen Ramadan dinilai menguntungkan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pedagang bunga tabur di TPU Tunggul Hitam,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengeluhkan sulitnya mencari bahan baku bunga mawar menjelang Ramadan 2026.
Kondisi ini memaksa para pedagang merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi permintaan peziarah yang membeludak.
Jelang Ramadan 2026, TPU Tunggul hitam ramai dikunjungi masyarakat untuk berziarah ke makam keluarga mereka.
Tradisi sudah lama dilakukan umat muslim di Indonesia, mereka biasanya berziarah, membersihkan kuburan hingga berdoa di lokasi pemakaman.
Puncak ziarah tersebut tepatnya pada Minggu (15/2/2026), dimulai pagi hingga sore hari. Masyarakat sebenarnya sudah berziarah sejak Kamis (12/5/2026) hingga terakhir kali pada Selasa (17/2/2026) esok.
Baca juga: 7 Fakta Arema vs Semen Padang: Singo Edan Tembus Peringkat 8, Kabau Sirah Tertahan Zona Degradasi
Dengan meningkatnya masyarakat berziarah, penjualan bunga tabur kuburan juga laris manis.
Akan tetapi, pedagang tak selalu mudah mendapatkan bahan-bahan untuk campuran bunga tabur kuburan.
Bahan-bahannya sendiri berupa daun pandan, bunga mawar hingga bunga kamboja.
Salah satu pedagang, Devi mengatakan bahan-bahan tersebut harus dicari sehari sebelum penjualan dilakukan.
Ia mengaku kesulitan dalam mendapatkan bunga mawar, bahkan harus membeli dengan harga mahal.
"Bunga mawar sangat sulit didapat, terpaksa beli sedikit mahal dari biasanya, ini belinya di Pasar Raya Padang," ungkapnya, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Breaking News: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Barat Daya Agam, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Tak hanya itu, setelah mendapatkan bahan-bahannya, terkadang harus memotong daun pandan menjadi ukuran kecil di lokasi penjualan.
Sebab, jika pemotongan terlalu cepat, daun pandan bisa layu dan baunya pun berkurang. Jika ingin baunya bertahan, terkadang pemotongan dilakukan di lokasi penjualan.
Saat TribunPadang.com di lokasi, Devi masih terlihat sibuk melakukan pemotongan daun pandan dengan sang suami.
Sembari memberikan keterangan, tangannya dengan lincah memotong daun pandan ke ukuran kecil, lalu dimasukan ke kantong yang sudah disiapkan.
| Pemko Padang Salurkan Santunan Rp37 Juta untuk 112 Anak Yatim dan Piatu di Balai Kota |
|
|---|
| Wawako Padang Safari Ramadan ke Bungus, Serahkan Rp40 Juta untuk Bangun Masjid Nurul Amal Jaruai |
|
|---|
| Diduga Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Kepung Tempat Karaoke di Simpang Haru Padang |
|
|---|
| Disnakertrans Sumbar Buka Posko Pengaduan THR 2-27 Maret 2026, Pembayaran Maksimal H-7 Lebaran |
|
|---|
| Polda Sumbar Berlakukan One Way di Lembah Anai Selama Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BUNGA-TABUR-KUBURAN-Pedagang-Devi-saaddgdendsa-mahal.jpg)