Banjir di Padang
Rumah Warga di Tabing Padang Terancam Hanyut Akibat Perubahan Alur Batang Kuranji
Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu mengubah alur sungai yang sebelumnya berjarak cukup jauh dari permukiman.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang November 2025 lalu mengubah alur sungai Batang Kuranji yang sebelumnya berjarak cukup jauh dari permukiman
- Aliran Sungai Batang Kuranji justru semakin mendekati rumah-rumah warga dan terus menggerus tanah di sekitarnya
- Warga ungkap sejak era 1990-an, pemerintah pernah menjanjikan pembangunan program pengendalian banjir di kawasan tersebut
TRIBUNPADANG.COM- Belasan rumah warga di kawasan Tabing Kampung Koto, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, terancam hanyut akibat derasnya aliran Sungai Batang Kuranji.
Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu mengubah alur sungai yang sebelumnya berjarak cukup jauh dari permukiman.
Kini, aliran Sungai Batang Kuranji justru semakin mendekati rumah-rumah warga dan terus menggerus tanah di sekitarnya.
Baca juga: Usai Bersihkan Rumah karena Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Padang Terpaksa Mengungsi Lagi
Alur Sungai Berubah
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, Sabtu (3/1/2026), sedikitnya dua unit rumah berada dalam kondisi paling mengkhawatirkan.
Jarak rumah dengan bibir sungai hanya sekitar satu hingga tiga meter.
Struktur tanah di bawah bangunan tampak tidak rata dan terus terkikis arus sungai.
Satu rumah diketahui telah dikosongkan oleh pemiliknya, sementara satu rumah lainnya masih dihuni oleh satu keluarga meski berada dalam kondisi rawan.
Salah seorang warga, Juli, mengatakan bahwa sejak banjir bandang terjadi, air sungai terus menggerus tepian permukiman.
Bahkan, sejak peristiwa tersebut hingga kini, tercatat sekitar empat unit rumah telah roboh dan hanyut terbawa arus.
Baca juga: Berulang Kali Diterjang Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Minta Pemerintah Segera Lakukan Penanganan
“Dulunya aliran sungai itu jauh dari rumah kami. Setelah banjir bandang, alirannya berubah mendekat ke sini dan menggerus tanah di bawah rumah. Sejak kejadian itu, sekitar empat rumah sudah hanyut,” ujar Juli saat ditemui, Sabtu (3/1/2026).
Warga Mulai Kosongkan Rumah
Rumah milik Juli yang sebelumnya dihuni oleh orang tuanya kini telah dikosongkan.
Seluruh barang-barang berharga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Meski demikian, Juli mengaku masih terus memantau kondisi rumahnya dari kejauhan.
“Sayang rasanya, dari dulu kami tinggal di sini. Sekarang rumah sudah terancam seperti ini. Kami takut rumah ini tiba-tiba rubuh dan hanyut,” katanya.
Ia pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan rumah warga dari ancaman abrasi sungai.
| Mata Pencaharian yang Terkubur: Menagih Janji Pemulihan Ekonomi di Batu Busuk Padang |
|
|---|
| Anggota DPRD Iskandar Minta Penyintas Bencana di Huntara Kapalo Koto Sabar Tunggu Bantuan Lauk Pauk |
|
|---|
| 32 KK di Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Jadup Rp1,3 Juta, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Penyintas Banjir di Kapalo Koto Terima Bantuan Lauk Pauk, Afrianti: Saya Menerima Rp16.100.000 |
|
|---|
| Penyintas Bencana Belum Terima Bansos Lauk Pauk, Kadinsos Padang: Didata Lagi dan Diajukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/TERANCAM-HANYUT-Juli-menunjukan-kondisi-r.jpg)