Banjir di Padang

Layanan Air Perumda AM Padang Pulih 88 Persen, Pelanggan Terdampak Dapat Diskon 50 Persen

Upaya pemulihan layanan air bersih pasca bencana di Kota Padang terus menunjukkan tren positif. 

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
Istimewa/Perumda Am
PERUMDA AM PADANG - Intake Palukahan Kota Padang. Humas Perumda Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres pemulihan pelayanan telah mencapai 88 persen. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Upaya pemulihan layanan air bersih pasca bencana di Kota Padang, Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. 

Humas Perumda Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres pemulihan pelayanan telah mencapai 88 persen.

Meski sebagian besar infrastruktur sudah mulai beroperasi kembali, beberapa titik krusial masih dalam penanganan serius akibat kerusakan berat pada fasilitas utama.

Progres Perbaikan Infrastruktur yang Terdampak

Adhie menjelaskan bahwa kendala utama saat ini terletak pada beberapa intake (titik pengambilan air baku) yang hilang terbawa arus saat bencana terjadi.

Dua lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah:

 - Intake Palukahan

 - Intake Taban

"Saat ini kami tengah melakukan pemasangan pipa air baku sementara di kedua lokasi tersebut. Ini merupakan langkah percepatan agar distribusi air kepada pelanggan bisa segera normal kembali," ujar Adhie Zein.

Baca juga: Jadwal Buka Tutup Jalur Lembah Anai Berubah, Hanya Bisa Melintas Pukul 17:00 WIB hingga 08:00 WIB

Wilayah yang Masih Terkendala

Hingga saat ini, gangguan suplai air masih dirasakan oleh warga di wilayah Pelayanan Utara, yang meliputi area:

 - Sungai Lareh

 - Lubuk Buaya

 - Kamela Permai

 - Anai Lestari dan sekitarnya.

Keterlambatan pemulihan di wilayah ini disebabkan oleh ketergantungan suplai yang bersumber langsung dari Intake Palukahan dan Intake Taban yang sedang dalam perbaikan intensif.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Padang Berakhir, Kini Masuk Fase Transisi Pemulihan

Diskon 50 persen untuk Pelanggan Terdampak

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab atas gangguan pelayanan, Perumda AM Kota Padang memberikan kebijakan khusus bagi pelanggan di Wilayah Utara dan Pusat Kota.

Kebijakan Diskon: Pelanggan yang terdampak akan mendapatkan diskon pembayaran sebesar 50 persen untuk blok pertama pemakaian (penggunaan 1-10 kubik pertama).

Himbauan bagi Pelanggan

Pihak Perumda juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang airnya sudah mulai mengalir normal:

 - Hemat Air: Gunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

 - Sedia Tampungan: Selalu sediakan cadangan air di bak penampungan.

 - Waspada Gangguan: Mengingat proses normalisasi masih berjalan, gangguan pengaliran bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Tanggap Darurat Padang Berakhir

Pemerintah Kota Padang secara resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi, Senin (22/12/2025).

Status ini berakhir setelah masa perpanjangan yang berlangsung sejak 16 hingga 22 Desember 2025 selesai.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi antar-instansi, Pemerintah Kota Padang kini memasuki fase Transisi Pemulihan Darurat.

Baca juga: Cerita Warga Huntara Kapalo Koto Menyiapkan Mandoa di Tengah Pemulihan Bencana

Fokus Fase Transisi: Pendataan dan Pengajuan Anggaran

BANJIR BANDANG- Beberapa warga melintas di lokasi banjir bandang yang mengakibatkan rumah rusak, mobil hanyut, dan air membawa material berupa batang pohon di kawasan perumahan Lumin Park Cluster, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).
BANJIR BANDANG- Beberapa warga melintas di lokasi banjir bandang yang mengakibatkan rumah rusak, mobil hanyut, dan air membawa material berupa batang pohon di kawasan perumahan Lumin Park Cluster, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Dalam fase transisi ini, BPBD akan bersinergi dengan Bappeda, Dinas Perkim, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak bencana.

“Fokus selama fase ini adalah penanganan pengungsi, perumahan masyarakat, dan perbaikan infrastruktur publik,” ujar Hendri saat dihubungi, Senin (22/12/2025).

Baca juga: Banjir Bandang Berulang di Batu Busuk Padang, Nenek 70 Tahun Trauma dan Pilih Mengungsi

Pemerintah akan mengintegrasikan seluruh data kerusakan untuk diajukan ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran.

Proses ini juga melibatkan para praktisi dan akademisi dari berbagai universitas untuk memastikan akurasi data.

Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi 2026

JALAN PUTUS- Akses jalan penghubung Kapalo Koto-Lambung Bukit di Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, pada Senin (15/12/2025).
JALAN PUTUS- Akses jalan penghubung Kapalo Koto-Lambung Bukit di Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, pada Senin (15/12/2025). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Hendri menambahkan bahwa fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) dijadwalkan baru akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.

Baca juga: Rumah Hasil Tani Alizar Hilang Disapu Galodo Padang, Hanya Bisa Tertawa Meski Sesak Menahan Air Mata

“Fase rehab dan rekon membutuhkan anggaran besar, makanya data harus dikirim ke pusat terlebih dahulu untuk menetapkan kebutuhan dana yang diperlukan,” jelasnya.

Data Kerusakan Dampak Bencana di Kota Padang

BANJIR- Penampakan kondisi rumah masyarakat yang kini dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir bandang yang melanda kawasan Guo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).
BANJIR- Penampakan kondisi rumah masyarakat yang kini dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir bandang yang melanda kawasan Guo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Padang, berikut adalah rincian kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut:

Sektor Perumahan:

- 195 unit rumah hanyut.

- 424 unit rumah mengalami kerusakan (ringan hingga berat).

Baca juga: Semen Padang Turun Tangan Bersihkan Kayu di Pantai Parupuk, Wamenhut Target 3 Hari Bersih

Infrastruktur Publik:

- 9 jembatan rusak berat.

- 12 titik jalan rusak berat.

- 3 kantor pemerintahan rusak berat.

Baca juga: Penghuni Huntara di Batu Busuak Padang Adakan Mandoa, Berharap Diberi Keselamatan

Sumber Daya Air dan Sanitasi:

- 1 intake rusak berat.

- 23 titik bendungan dan Irigasi Desa (DI) rusak berat.

- 2 unit tebing sungai rusak berat.

Baca juga: Cara Bobon Santoso Pulihkan Mental Korban Banjir di Padang, Masak Besar Ribuan Porsi

- 9 drainase rusak berat.

- 9 lokasi Pamsimas di empat kecamatan rusak berat. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved