Banjir di Padang
Cara Bobon Santoso Pulihkan Mental Korban Banjir di Padang, Masak Besar Ribuan Porsi
Di sana, bunyi sodet besi yang beradu dengan kuali raksasa seolah menenggelamkan sisa trauma banjir bandang.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Asap tipis membubung dari tungku-tungku di antara sisa lumpur yang masih mendekap Kampuang Apa.
Di sana, bunyi sodet besi yang beradu dengan kuali raksasa seolah menenggelamkan sisa trauma banjir bandang.
Tak ada rona duka yang pekat sore itu yang ada hanyalah aroma udang goreng yang menyeruak, memancing senyum kecil dari wajah-wajah letih yang baru saja kehilangan harta benda.
Diameter besinya yang luas seolah mencoba menampung segala kesedihan yang ditinggalkan banjir bandang beberapa waktu lalu di Kampuang Apa, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.
Baca juga: Kayu Banyak Basah, Gas Elpiji Mahal: Warga Salareh Aie Korban Galodo Agam Khawatir Tak Bisa Masak
Di sana, Bobon Santoso tidak sedang sekadar beraksi di depan kamera, ia bekerja sama bekerja sama dengan TNI.
Bobon Santoso adalah seorang YouTuber dan content creator asal Denpasar, Bali, yang dikenal luas karena konten-konten memasak ekstrem dan unik.
Ia mulai aktif di YouTube sejak Januari 2019 dan kini memiliki lebih dari 17 juta subscriber.
Masak Besar 3 Hari Hasilkan Ribuan Porsi
Masak besar selama tiga hari, mulai Jumat (19/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025), dengan menyiapkan sebanyak 10.000 porsi makanan setiap harinya.
Bobon, dengan peluh yang membanjiri wajahnya, terus mengayunkan sodet besi lebih panjang dari lengan orang dewasa.
Masak besar di daerah bencana memiliki tantangan emosional yang berbeda.
Ia tidak hanya mengejar rasa, tetapi juga kecepatan agar ribuan porsi makanan bisa segera sampai ke tangan-tangan yang gemetar karena lapar.
Baca juga: Strategi Jusuf Kalla Pulihkan Korban Bencana Sumbar, Borong Alat Konstruksi di Toko Bangunan Lokal
Warga Senang Ada Public Figure
Pada Sabtu (20/12/2025) sekitar jam 15.00 WIB di Kampung Apa, Bobon bersama warga serta personel tentara memasak udang dalam porsi besar.
Bergantian mengaduk udang yang terlihat merah segar menimbulkan aroma sedap.
Banyak warga yang berkumpul melihat proses memasak serta juga tak lupa mengabadikan momen dengan gawai mereka.
Salah satu korban banjir bandang Kampung Apa bernama Hendrianto merasa senang melihat ribuan warga terdampak makan bersama dan masak bersama seorang publik figure.
| Mata Pencaharian yang Terkubur: Menagih Janji Pemulihan Ekonomi di Batu Busuk Padang |
|
|---|
| Anggota DPRD Iskandar Minta Penyintas Bencana di Huntara Kapalo Koto Sabar Tunggu Bantuan Lauk Pauk |
|
|---|
| 32 KK di Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Jadup Rp1,3 Juta, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Penyintas Banjir di Kapalo Koto Terima Bantuan Lauk Pauk, Afrianti: Saya Menerima Rp16.100.000 |
|
|---|
| Penyintas Bencana Belum Terima Bansos Lauk Pauk, Kadinsos Padang: Didata Lagi dan Diajukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/MASAK-BESAR-Bobon-Santoso-bekerja-sama-dengan-TNI.jpg)