Kabupaten Solok Selatan
Kopi hingga Rendang Solok Selatan Tembus Pasar Jepang dan Eropa, Hasil Program UMKM Naik Kelas
Salah satu komoditas unggulan, yakni kopi Solok Selatan, kini telah merambah pasar Jepang, Australia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Pemkab Solok Selatan memperkokoh fondasi ekonomi domestik melalui penguatan UMKM.
- Terdapat 12.768 unit UMKM di Solok Selatan, kini menjadi fokus utama transformasi ekonomi melalui program UMKM Naik Kelas.
- Sebanyak 1.769 pelaku usaha mikro di tujuh kecamatan telah mendapatkan sentuhan pembinaan dan pendampingan intensif.
- Produk olahan makanan seperti Rendang Uni Lili juga telah menembus pasar Eropa.
- Produk sulaman khas daerah juga telah menjangkau konsumen di negara tetangga hingga Timur Tengah.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Di tengah dinamika ekonomi global, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus memperkokoh fondasi ekonomi domestik melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan strategi terintegrasi untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung kesejahteraan masyarakat.
Sejak tahun 2021, komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi telah menunjukkan progres yang signifikan.
Data mencatat, terdapat 12.768 unit UMKM yang tersebar di wilayah Solok Selatan, yang kini menjadi fokus utama transformasi ekonomi melalui program UMKM Naik Kelas.
Baca juga: Petani Solok Selatan Naik Kelas, Pemkab Dorong Hilirisasi dan Kemandirian Pangan di Rakernas APKASI
Transformasi ini dilakukan secara bertahap dan terukur. Sebanyak 1.769 pelaku usaha mikro di tujuh kecamatan telah mendapatkan sentuhan pembinaan dan pendampingan intensif.
Upaya ini bertujuan untuk mengubah pola pikir pelaku usaha dari sekadar bertahan hidup menjadi entitas bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, aspek sarana produksi juga menjadi perhatian serius.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.323 pelaku usaha telah menerima bantuan peralatan usaha.
Baca juga: Target Ekonomi 5,7 Persen, Gubernur Mahyeldi Dorong Digitalisasi 11 Ribu UMKM di Solok Selatan
Dukungan fisik ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan volume produksi guna memenuhi permintaan pasar yang kian dinamis.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyadari bahwa legalitas adalah pintu masuk menuju pasar formal.
Oleh karena itu, sebanyak 5.804 pelaku UMKM telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pendaftaran merek usaha.
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, provinsi, Kemenag, Bank Indonesia, serta Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Solok Selatan, Musferi Hendra, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian bantuan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh.
Baca juga: Rendang Jadi Menu Favorit Sahur dan Buka Puasa, Warga Padang Serbu Lapak Pedagang Daging di Kalumbuk
Melalui program UMKM Naik Kelas pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki daya saing yang setara di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami ingin UMKM di Solok Selatan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Pembinaan dan pelatihan yang kami berikan adalah investasi jangka panjang agar mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah," ujar Musferi dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Dampak dari kebijakan ini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Keberadaan UMKM telah membuka lapangan kerja baru dan menjadi ruang pemberdayaan bagi kelompok rentan, terutama kaum perempuan dan generasi muda.
Di tangan mereka, potensi lokal seperti kerajinan tangan, bordir, hingga kuliner bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Strategi yang diterapkan pemerintah daerah bersifat simultan dan berkelanjutan. Dukungan tidak berhenti pada pemberian modal atau alat, tetapi dilanjutkan dengan konsultasi bisnis secara berkala.
Pendampingan langsung ke lokasi usaha menjadi kunci untuk memahami kendala riil yang dihadapi para pengusaha di lapangan.
Menurut Azizah Mutia, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disperindagkop dan UKM Solok Selatan, sektor UMKM di daerah ini terbagi dalam tujuh kategori utama.
Sektor tersebut meliputi akomodasi makanan dan minuman, perdagangan, industri pengolahan, jasa, kerajinan, serta sektor pertanian dan peternakan yang menjadi kekuatan tradisional wilayah ini.
Baca juga: Wabup Leli Arni Kunjungi Solok Selatan, Soroti Potensi Kopi untuk Dikembangkan di Dharmasraya
Keberhasilan program ini mulai terlihat dengan masuknya produk lokal ke pasar mancanegara. Salah satu komoditas unggulan, yakni kopi Solok Selatan, kini telah merambah pasar Jepang, Australia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan.
Kualitas biji kopi lokal yang khas terbukti mampu memenuhi standar kurasi internasional yang ketat.
Tak hanya kopi, produk olahan makanan seperti Rendang Uni Lili juga telah menembus pasar Eropa. Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan pengemasan dan standardisasi yang tepat, kuliner tradisional mampu diterima oleh lidah global.
Selain itu, produk sulaman khas daerah juga telah menjangkau konsumen di negara tetangga hingga Timur Tengah.
Keberlanjutan program ini pun telah terjamin secara konstitusional daerah.
Pemberdayaan UMKM telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Hal ini menandakan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan akan tetap menjadi prioritas utama dalam visi dan misi pemerintah daerah di masa depan.
Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Sarantau Sasurambi Balimau Season V, 3.000 Porsi Makanan UMKM Dibagikan Gratis
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan dana sebesar Rp 817,8 juta. Dana tersebut ditargetkan untuk menyasar 420 pelaku UMKM dalam rangka peningkatan kapasitas usaha.
Anggaran ini difokuskan pada pengayaan keahlian teknis dan manajemen manajerial bagi para pengusaha muda.
Sebagai langkah konkret saat ini, sebanyak 400 sertifikat halal baru tengah dalam proses pengurusan melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.
Upaya jemput bola ini dilakukan untuk memastikan produk-produk Solok Selatan memiliki jaminan kualitas dan kepatuhan standar yang mutlak diperlukan dalam perdagangan modern.(*)
| Urai Kemacetan, Pemkab Solok Selatan Relokasi 226 Pedagang Pasar Pekan Selasa ke Lokasi Baru |
|
|---|
| Inovasi UP2K Solok Selatan, Ibu-Ibu Sulap Buah Nangka Jadi Rendang dan Abon |
|
|---|
| DPRD Sahkan Perda Fasilitasi Pendidikan Al-Qur'an di Solok Selatan, Perkuat Karakter Generasi Muda |
|
|---|
| 64 Peserta Ikuti Seleksi Guru Tahfidz Solok Selatan, Isi Kekosongan Posisi di Setiap Nagari |
|
|---|
| Semangat Kartini dan Identitas Minang dalam Balutan Motif Rumah Gadang di Solok Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/UMKM-Solok-Selatan-1732026.jpg)