OPINI

Kearifan Lokal Minangkabau Jadi Kunci Keberhasilan Transisi Energi

Transisi energi bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keharusan strategis yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, dan keadilan sosial

Tayang:
Editor: afrizal
Istimewa
PANEL SURYA- Proses pemasangan panel surya di salah satu masjid di Sumatera Barat yang diinisiasi Mosaic. Transisi energi adalah fondasi utama dalam mewujudkan komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060, karena sektor energi menyumbang emisi terbesar dan sekaligus memiliki potensi paling besar untuk dikurangi. 

Penulis: Helmy Heriyanto, Kepala Dinas ESDM Sumbar

Transisi energi adalah fondasi utama dalam mewujudkan komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060, karena sektor energi menyumbang emisi terbesar dan sekaligus memiliki potensi paling besar untuk dikurangi. 

Pemerintah telah berkomitmen melalui Conference of Parties (COP) ke-21 tahun 2015 untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen dari kemampuan sendiri dan sebesar 41?ngan bantuan internasional pada tahun 2030 yang dituangkan dalam Paris Agreement dan telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim. 

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengurangi emisi GRK yaitu sebesar 314 juta ton CO2 atau 38 % terhadap target penurunan emisi GRK nasional dengan kontribusi subsektor Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 170,42 juta ton CO2 atau 54,3?ri target tersebut pada tahun 2024.

Baca juga: METI Sumbar Resmi Terbentuk, Siap Kawal Transisi Energi Bersih

Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai netral karbon pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Transisi energi bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keharusan strategis yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, dan keadilan sosial. 

Tanpa transisi energi, target NZE akan sulit dicapai. 

PANEL SURYA- Proses pemasangan panel surya
PANEL SURYA- Proses pemasangan panel surya di salah satu masjid di Sumatera Barat yang diinisiasi Mosaic. Transisi energi adalah fondasi utama dalam mewujudkan komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060, karena sektor energi menyumbang emisi terbesar dan sekaligus memiliki potensi paling besar untuk dikurangi.

Selain itu, transisi energi juga bertujuan menyediakan listrik yang bersih dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, termasuk daerah terpencil dan kepulauan. 

Ini juga sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata, dalam penyediaan energi yang berkeadilan.

Ini sejalan dengan RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2025-2029 dengan visi “Mewujudkan Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan” terutama pada misi ke-2, yaitu Lumbung Pangan Nasional dan Ekonomi Berkelanjutan. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menargetkan Peningkatan Porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer pada tahun 2030 sebesar 58,29 % , dengan megoptimalisasi potensi lokal. 

Dibutuhkan tambahan 27,7?lam 5 (lima) tahun mendatang dari capaian saat ini yang sebenarnya sudah sangat tinggi, yaitu 30,59 % . 

Dengan target peningkatan ini, diharapkan akan tumbuh investasi sektor energi terbarukan yang dapat menjadi faktor pengungkit kontribusi sektor kelistrikan terhadap PDRB Sumatera Barat, yang saat ini masih sangat rendah, hanya pada kisaran 0,09 % . 

Sebagaimana diketahui, saat ini di Sumatera Barat terdapat potensi-potensi yang belum tergarap secara maksimal, antara lain: potensi air baru dimanfaatkan sebesar 33?ri poetensi yang ada, potensi Panas Bumi sebesar 1.651 MW baru dikembangkan sekitar 5?ri total potensi yang ada. 

Potensi Bio Energi 923,1 MW, Energi Angin 428 MW, dan Potensi Energi Surya yang setara dengan 5.898 MW belum dimanfaatkan secara signifikan. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved