Kabupaten Dharmasraya

Medison Resmi Jabat Sekda Dharmasraya, Tekankan Keselarasan Birokrasi

Menutup arahannya, Medison mengajak seluruh ASN untuk membangun budaya kerja yang solid dan kolaboratif.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Pemkab Dharmasraya
SEKDA DHARMASRAYA- Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison. Ia menegaskan bahwa stabilitas birokrasi hanya dapat dicapai jika seluruh elemen pemerintahan fokus pada satu tujuan utama, yakni menyukseskan visi dan misi kepala daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni yang memperkenalkan Medison dalam apel.
  • Sekda Dharmasraya, Medison, instruksikan seluruh ASN di lingkungan pemerintah kabupaten untuk menyatukan langkah.
  • Medison mengajak seluruh ASN untuk membangun budaya kerja yang solid dan kolaboratif.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya yang baru dilantik, Medison, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten untuk menyatukan langkah.

Ia menegaskan bahwa stabilitas birokrasi hanya dapat dicapai jika seluruh elemen pemerintahan fokus pada satu tujuan utama, yakni menyukseskan visi dan misi kepala daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Medison dalam apel gabungan perdana di halaman kantor Bupati Dharmasraya, Pulau Punjung, Senin (11/5/2026).

Kehadiran Medison di podium apel tersebut sekaligus menjadi momen emosional bagi pria yang telah malang melintang di dunia birokrasi Sumatera Barat ini.

Baca juga: Pernah Jadi Camat hingga Sekda Solok, Ini Rekam Jejak Medison yang Kini Jabat Sekda Dharmasraya

Dalam sambutannya, Medison mengenang kembali memori tiga dekade silam saat ia pertama kali menginjakkan kaki di tanah Dharmasraya.

Ia tercatat memulai pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1994, di saat wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung.

Nostalgia tersebut ia gambarkan sebagai sebuah perjalanan panjang dari titik nol. Dengan nada rendah hati, ia menyebut dirinya dulu hanyalah seorang "kopral" yang bertugas di tingkat kecamatan, tepatnya di Kecamatan Pulau Punjung.

Kini, garis tangan membawanya kembali ke tempat yang sama dengan mandat yang jauh lebih besar.

"Dulu saya memulai karir dari bawah di sini. Jika diibaratkan, saya datang sebagai kopral. Hari ini, amanah menempatkan saya sebagai pemimpin birokrasi atau ‘jenderal’ bagi para ASN," ungkap Medison.

Meski kini menduduki posisi puncak dalam struktur birokrasi daerah, Medison mengingatkan bahwa jabatan Sekretaris Daerah bukanlah simbol prestise pribadi.

Baca juga: Bupati Annisa Lantik Eks Pejabat Solok Medison Jadi Sekda Dharmasraya, Targetkan Pelayanan Bersih

Menurutnya, posisi tersebut adalah beban tanggung jawab untuk mengorkestrasi ribuan ASN agar tetap berada di jalur yang benar dalam melayani masyarakat.

Ia menekankan bahwa tugas kolektif birokrasi saat ini sangat spesifik. Seluruh energi pegawai negeri harus dikonversikan menjadi capaian riil yang mendukung program kerja Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni.

Fokus utama yang digarisbawahi adalah pencapaian target "Dharmasraya Sejahtera Merata". Visi ini, menurut Medison, tidak akan mungkin terwujud jika masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja tanpa koordinasi yang kuat atau terjebak dalam ego sektoral.

Guna menyederhanakan pemahaman mengenai kerja tim, Medison memberikan analogi menarik melalui filosofi kereta kuda. Ia mengibaratkan pemerintah daerah sebagai sebuah kereta besar yang ditarik oleh banyak kuda, yang melambangkan dinas-dinas dan badan di bawahnya.

"Sebuah kereta mustahil sampai ke tujuan jika kuda-kudanya berlari ke arah yang berbeda-beda. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, atau bahkan ada yang diam di tempat," tuturnya memberikan perumpamaan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved