Basapa Padang Pariaman
Tradisi Basapa Padang Pariaman: Merajut Kearifan Lokal, Agama, dan Ekonomi
Prosesi ritual Basapa di Kabupaten Padang Pariaman resmi dibuka pada Rabu (14/8/2025) di halaman Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan Tapakis.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Prosesi ritual Basapa di Kabupaten Padang Pariaman resmi dibuka pada Rabu (14/8/2025) di halaman Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan Tapakis.
Acara ini menjadi penanda dimulainya tradisi ziarah tahunan yang dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah, termasuk dari Malaysia dan Brunei.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan dukungan penuh terhadap tradisi ini.
Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Jerfinal Arifin, menegaskan bahwa Basapa adalah manifestasi kearifan lokal yang sarat makna.
"Tradisi ini menjadi bukti bagaimana nilai agama dan budaya dapat dipadukan," ungkapnya.
Baca juga: Jadwal Acara SCTV Jumat 15 Agustus 2025: Deretan FTV, Sinetron Populer, dan Liputan 6 Live
Jerfinal juga menambahkan bahwa makam Syekh Burhanuddin telah diusulkan sebagai cagar budaya dan akan segera diverifikasi oleh tim ahli dari pusat pada 20 Agustus mendatang.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, turut menyampaikan bahwa Basapa yang telah berlangsung ratusan tahun adalah salah satu identitas daerah.
Ia menekankan bahwa di balik semaraknya, tersimpan pesan luhur tentang kebersamaan, gotong royong, sopan santun, dan penghormatan kepada ulama.
Pemerintah berkomitmen menjaga Basapa agar tetap menjadi kebanggaan dan daya tarik wisata religi yang bernilai tinggi.
Tokoh masyarakat Ulakan, Alianis, mengingatkan para jemaah akan esensi utama Basapa, yaitu proses mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Jadwal Acara Trans TV Jumat 18 Agustus 2025, Lengkap dengan Film dan Program Hiburan Menarik
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama prosesi, mengingat banyaknya jemaah dari berbagai penjuru.
Selain nilai spiritual, Alianis melihat potensi Basapa dari sudut pandang ekonomi, ibadah, dan budaya yang bisa terus dikembangkan.
Ziarah tahunan ini diperkirakan akan dihadiri oleh ratusan ribu jemaah, yang berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi hingga miliaran rupiah.
Khalifah ke-15 Syekh Burhanuddin, Heri Firmansyah, menjelaskan bahwa Basapa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Basapa Gadang untuk jemaah luar daerah, Basapa Ketek untuk jemaah tuan rumah, dan Basapa Ungku Saliah sebagai penutup ritual.
Heri menyebut, kehadiran ratusan ribu jemaah ini akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat, yang dapat menjajakan berbagai dagangan.
Ia berharap, ziarah ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga membawa manfaat ekonomi positif bagi masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/dikan-bahwa-d-daerah.jpg)