Kuliner
Cita Rasa Sate Negara Serumpun: Perbedaan Antara Sate Padang dan Malaysia
MENU Sate merupakan salah satu makanan ikonik di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara serumpun seperti Indonesia dan Malaysia
MENU Sate merupakan salah satu makanan ikonik di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara serumpun seperti Indonesia dan Malaysia.
Meskipun nama dan penampilannya serupa potongan daging yang ditusuk pada lidi dan dibakar namun di balik asap bara itu, terdapat perbedaan besar dari segi rasa, bahan, dan budaya.
Baca juga: Antara Sate Padang dan Sate Malaysia: Beda Harga hingga Nama Sate Minang
Sate Padang: Pedas Rempah dari Ranah Minang
Di ibu kota Provinsi Sumatera Barat, yakni Sate Padang menjadi simbol kebanggaan kuliner setempat. Keunikan utamanya terletak pada kuah kuning kental berbumbu, hasil campuran tepung beras, kunyit, serai, lengkuas, dan rempah-rempah khas yang dimasak perlahan.
Daging yang digunakan biasanya daging sapi atau lidah, direbus terlebih dahulu sebelum dibakar. Rasanya? Pedas, hangat, dan kaya aroma Minang yang menggugah selera.
Sate ini biasanya disajikan bersama lontong (nasi padat), menjadikannya hidangan berat dan mengenyangkan.
Sate Malaysia: Kuah Kacang dan Rasa Manis Gurih
Berbeda dengan sate di Malaysia, khususnya di negeri seperti Selangor, Johor, dan Kelantan. Daging ayam, sapi, atau kambing diperap dengan gula merah, ketumbar, dan serai, lalu dibakar hingga matang.
Daya tarik utamanya adalah kuah kacang yang gurih dan manis, dilengkapi timun dan bawang sebagai pelengkap.
Masyarakat Malaysia menjadikan sate sebagai sajian perayaan, mulai dari rumah terbuka Idulfitri hingga jamuan pernikahan.
Baca juga: 5 Resep Masakan Idul Adha, Cara Mengolah Daging Kurban Jadi Tongseng, Sate, Rendang, hingga Gule
Dua Budaya, Satu Warisan
Meskipun teknik dan rasanya berbeda, kedua versi ini membuktikan bahwa sate adalah makanan berjiwa serumpun yang diwarisi dari budaya maritim kaya akan pengaruh rempah dan hasil bumi.
Keduanya juga mencerminkan bagaimana makanan menjadi medium ekspresi budaya, dari satu negara ke negara tetangga. Sate Padang adalah identitas Minang, sementara sate Malaysia rasanya lebih ringan dan cocok untuk jamuan keluarga.
Perbedaan ini bukanlah penghalang, justru menjadi jembatan untuk menghargai kekayaan budaya kuliner serumpun, bahwa meskipun rasa tak sama, asal-usulnya tetap satu.
(Penulis Lemylia, Mahasiswa Jurusan Linguistik UKM-Unand yang magang di TribunPadang.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Sate-Padang-Sate-Kuning.jpg)