Kuliner

Kue Lapis Beras Padang dan Kuih Talam Malaysia: Dua Warisan Manis Serumpun

MENU Kue tradisional bukan sekadar makanan, tetapi juga lambang identitas dan warisan budaya. Di dua negera Serumpun Malaysia dan Indonesia

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
Dokumentasi Lemylia/Magang TribunPadang.com
KUE LAPIS MALAYSIA-INDONESIA - Ilustrasi atau gambar kuih Lapis Beras(Indonesia) dan kuih Talam(Malaysia). Dua negara, dua rasa, satu warisan. Kuih Lapis Beras dari Padang, Indonesia vs Kuih Talam dari Malaysia sama manis, sama kenyal, tapi ada sedikit perbedaannya. 

MENU Kue tradisional bukan sekadar makanan, tetapi juga lambang identitas dan warisan budaya. Di dua negara serumpun, Malaysia dan Indonesia, terdapat dua jenis kue yang tampak serupa namun memiliki perbedaan.

Utamanya, dalam hal cita rasa, bahan, dan fungsinya dalam masyarakat, yaitu antara Kue Lapis Beras dari Padang, Provinsi Sumatera Barat dengan Kuih Talam dari Malaysia.

Warisan Kuih Talam Malaysia

Kuih Talam merupakan salah satu kue tradisional yang paling ikonik di Malaysia. Kue ini sering disajikan dalam acara semasa santai dan sering dijual di pasar.

Lapisan atasnya berwarna putih dan terbuat dari santan kelapa yang memberikan rasa gurih manis, sedangkan lapisan bawahnya berwarna hijau, berasal dari campuran daun pandan dan tepung beras.

Proses pembuatannya melibatkan dua tahap pengukusan satu tahap untuk setiap lapisan. Tekstur Kuih Talam lembut dan sedikit kenyal, biasanya dipotong dalam bentuk segi empat kecil.

Nama “talam” merujuk pada dulang atau nampan yang digunakan untuk menyusun dan mengukus kue ini. Kuih Talam bukan hanya sekadar hidangan penutup, tetapi juga simbol tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Kue Lapis Beras dari Padang

Sementara itu, Kue Lapis Beras adalah salah satu kue tradisional khas Indonesia yang termasuk dalam kategori kue basah dan sangat digemari masyarakat.

Rasanya manis dengan tekstur kenyal. Kue ini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional, terutama di wilayah Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.

Sesuai namanya, kue ini dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan tepung sagu, santan, gula pasir, serta pewarna makanan.

Warna yang sering digunakan adalah merah dan hijau, namun pewarna alami seperti daun pandan atau sirup bunga mawar juga sering dipakai untuk memberi aroma dan warna alami.

Pembuatan kue ini memerlukan ketelatenan karena harus dikukus secara berlapis-lapis satu per satu. Meskipun tidak dikaitkan langsung dengan upacara pernikahan, Kue Lapis Beras sering dihidangkan dalam acara-acara resmi seperti arisan, pertemuan keluarga, ataupun sebagai camilan santai di waktu luang.

Kue ini banyak dibeli di pagi hari dan biasanya disantap dengan kopi atau teh hangat. Bukan untuk acara besar, tetapi tetap digemari oleh banyak orang.

Baca juga: Tren OOTD saat Car Free Day, Ajang Tampil Gaya Lewat Catwalk Dadakan di Ruang Publik

Dua Kue, Dua Budaya, Satu Rasa Nusantara

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved