Rombongan KKN Hilang

Bantah Rombongan Unand Tersesat, Wali Nagari Pauh Sangik: Terlambat Turun Akibat Ada yang Terkilir

"Jadi, kami tidak hilang atau tersesat. Cuma di hutan, tidak mendapatkan jaringan," jelasnya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Pos SAR 50 Kota
ROMBONGAN KKN HILANG - Proses penemuan rombongan anak KKN beserta wali nagari dan pemuda setempat oleh Tim Sar di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (1/8/2025). Wali Nagari Pauh Sangik, Edison Datuak Rajo Sigoto sebut rombongan terlambat turun bukan hilang atau tersesat. 

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA - Wali Nagari Pauh Sangik, Edison Datuak Rajo Sigoto menyebut rombongan mahasiswa KKN Unand bukan tersesat atau hilang, melainkan terlambat turun saat hiking.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Nagari Pauh Sangik, Edison, saat dikonfirmasi Tribunpadang.com, Jumat (1/8/2025).

Diketahui sebelumnya, rombongan mahasiswa KKN Unand berjumlah 24 orang dan termasuk Wali Nagari, Wali Jorong (Kepala Kampung) hingga empat orang pemuda setempat.

Rombongan tersebut dilaporkan tersesat di hutan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: Baznas Sijunjung Serahkan Ambulans pada UPZ Masjid Agung Al Madani Kamang Baru Sijunjung

Mereka sempat dinyatakan hilang setelah berangkat dari Kantor Wali Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (31/7/2025) pagi, untuk meninjau kawasan kopi hutan.

Hingga pukul 22.00 WIB, rombongan tersebut belum kunjung kembali dan tidak bisa dihubungi. Kontak terakhir terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Namun, pada Jumat (1/8/2025) dini hari, rombongan tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh petugas Pos Basarnas Limapuluh Kota bersama tim gabungan lainnya.

Kendati demikian, Wali Nagari Pauh Sangik yang ikut dalam rombongan mengatakan, bahwa hanya terlambat turun, bukan kekurangan logistik ataupun tidak mengetahui navigasi.

Baca juga: Jadwal Acara Trans TV Sabtu 2 Agustus 2025: Bioskop Trans TV hingga Program Hiburan Menarik

"Ceritanya sampai terlambat turun lantaran salah seorang peserta rombongan kakinya terkilir saat melakukan hiking," ungkap Edison Datuak Rajo Sigoto.

Kemudian, ia langsung berinisiatif untuk kembali ke permukiman dan tidak melanjutkan hiking untuk meninjau kopi hutan.

"Jadi, kami tidak hilang atau tersesat. Cuma di hutan, tidak mendapatkan jaringan," jelasnya.

"Kami juga tidak kekurangan logistik, navigasi juga memakai kompas, dan juga mengenal daerah tersebut," sambungnya.

Ia menuturkan, akibat kaki salah seorang rombongan terkilir karena masuk lubang, jadi harus diobati dan berjalan perlahan menuju permukiman.

"Melihat kondisi sudah malam, saya mengutus dua orang pemuda untuk mencari jaringan untuk menghubungi masyarakat lainnya sekitar pukul 19.30 WIB," bebernya.

"Kami juga banyak istirahat, buat kopi, makan, setelah pulih stamina langsung lanjut turun secara perlahan," sebutnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved