Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Pria Tikam Adik Pacar, Bahas Buku Sejarah Indonesia dan Balita Terkunci

Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung mengamankan seorang pria diduga menjadi pelaku penganiayaan

Tayang:
Editor: Rahmadi
Polsek Lubeg
PELAKU PENGANIAYAAN : Pelaku R saat diamankan ke Mapolsek Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (31/7/2025). R diamankan karena melakukan penganiayaan. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang yang dirangkum dalam berita populer Padang tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung mengamankan seorang pria diduga menjadi pelaku penganiayaan di kawasan Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.

Pelaku berinisial R (33), seorang pedagang asal Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, ditangkap pada Kamis (31/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedua, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman melaksanakan diskusi publik terkait draf penulisan Buku Sejarah Indonesia di UNP, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah penulis buku, sejarawan, komunitas, serta berbagai unsur terkait lainnya. 

Terakhir, Seorang balita terkunci di kamar mandi di rumahnya di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (31/7/2025) siang.

Korban bernama Kaivan Xavier Atnan (2) awalnya masuk ke kamar mandi lebih dulu saat akan dibersihkan popoknya. Namun pintu mendadak macet dan tak bisa dibuka dari luar oleh ibunya.

Lengkapi informasi di atas dengan membaca selengkapnya berikut ini:

1. Pria di Padang Tikam Adik Kekasih Gegara Sakit Hati Pacar Ditampar, Pelaku Diamankan Polisi

Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung mengamankan seorang pria diduga menjadi pelaku penganiayaan di kawasan Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pelaku berinisial R (33), seorang pedagang asal Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, ditangkap pada Kamis (31/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Penangkapan dilakukan saat pelaku tengah berada di sebuah warung los ikan di Pasar Gaung.

Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Robby Setiadi Purba, menyampaikan bahwa kasus penganiayaan ini terjadi pada bulan Maret 2025 lalu.

“Setelah menerima laporan dari korban, tim  langsung melakukan penyelidikan ke TKP dan memeriksa sejumlah saksi,” kata Robby, Kamis (31/7/2025).

Baca juga: Sabar/Reza Tambah Wakil Indonesia Tembus Perempat Final, Sudahi Perlawanan Wakil Jepang

Dari hasil penyelidikan di lapangan, identitas pelaku berhasil diketahui. Tim kemudian melakukan penangkapan.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku menusuk korban bernama Fajar menggunakan sebilah besi yang ditemukan di lokasi perkelahian.

“Motif pelaku adalah sakit hati karena korban menampar pacarnya, yang juga merupakan kakak kandung korban," jelasnya.

"Pelaku lalu mendatangi rumah korban dan langsung terlibat perkelahian. Saat itu, pelaku mengambil besi dan menusukkannya ke punggung korban,” sambungnya.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri dan membuang senjata tajam yang digunakan untuk menikam korban. Beruntung, korban selamat meski mengalami luka tusuk.

Baca juga: PT PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Tanpa Kedip Dukung Kunjungan Wapres RI di Kota Padang

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Lubuk Begalung untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Robby mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tindak kekerasan atau kejahatan di lingkungan sekitar.

“Kita tidak beri ruang untuk aksi kekerasan. Jika ada masalah, selesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.

2. Kementerian Kebudayaan Bahas Buku Sejarah Indonesia di Padang, Sejarawan Minta Perbaikan

Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman melaksanakan diskusi publik terkait draf penulisan Buku Sejarah Indonesia di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah penulis buku, sejarawan, komunitas, serta berbagai unsur terkait lainnya. Dalam forum tersebut, beberapa tokoh menyampaikan masukan terhadap isi dan arah penulisan buku sejarah yang tengah disusun.

Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, menekankan pentingnya keterwakilan sejarah dari berbagai daerah di Indonesia dalam buku tersebut.

“Kami titip kalau bisa dalam buku sejarah ini nantinya bisa tolong disampaikan dan dijelaskan bahwa di Indonesia ini bukan hanya sekitar Pulau Jawa saja. Indonesia ini luas, jadi kalau bisa ada proporsi untuk sejarah di daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan yang lainnya,” ungkap Krismadinata.

Ia juga berharap agar sejarah tentang peperangan dan berbagai peristiwa penting lainnya bisa diluruskan secara objektif agar tidak menimbulkan asumsi berbeda di tengah masyarakat. Lebih jauh, ia menekankan bahwa buku tersebut harus mampu membangun semangat patriotisme dan nasionalisme generasi muda.

DISKUSI PUBLIK : Suasana saat Diskusi Publik tentang penulisan buku sejarah Indonesia di UNP, Kamis (31/7/2025). Diskusi tersebut dilaksanakan Kementerian Kebudayaan untuk mendengarkan pendapat dan masukan terkait penulisan buku sejarah Indonesia.
DISKUSI PUBLIK : Suasana saat Diskusi Publik tentang penulisan buku sejarah Indonesia di UNP, Kamis (31/7/2025). Diskusi tersebut dilaksanakan Kementerian Kebudayaan untuk mendengarkan pendapat dan masukan terkait penulisan buku sejarah Indonesia. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Baca juga: PT PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Tanpa Kedip Dukung Kunjungan Wapres RI di Kota Padang

Masukan tajam juga datang dari wartawan senior Hasril Chaniago. Ia menilai draf buku masih memiliki banyak kekurangan.

“Buku ini layaknya sebuah bangunan, tentu kita lihat dulu pondasinya seperti apa. Tapi jika dilihat, sepertinya pondasi bangunan ini masih bermasalah. Karena banyak poin-poin penting dari sejarah tersebut berada di sub bab buku saja. Ada beberapa hal penting seharusnya yang diutamakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar penerbitan buku ini tidak dilakukan secara terburu-buru. “Saran saya, jangan dipaksakan terbit pada tanggal 17 Agustus 2025. Bacalah dulu, kajilah dulu,” harap Hasril.

Saran lainnya datang dari peserta diskusi, Suriyadi. Ia meminta agar penulis juga mengakomodasi peran media audio dan visual dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Kita jangan sampai melupakan peran media ini, terutama seperti radio yang sudah menyiarkan lagu kebangsaan kita,” ujarnya.

Baca juga: Laga Uji Coba dengan Bali United Batal Digelar Jelang Super League, Semen Padang Cari Tim Lain

Menanggapi berbagai masukan, Editor Umum Buku Sejarah Indonesia, Susanto Zuhri, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengakomodir seluruh pendapat yang telah disampaikan.

“Kita akan terus memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada publik untuk terlibat dan berpartisipasi. Ini juga menyangkal bahwa tulisan ini untuk keperluan terbatas atau tidak memberikan keleluasaan kepada masyarakat,” jelas Susanto.

Ia menambahkan bahwa masukan sangat penting untuk menyempurnakan buku tersebut.

“Kami dari penulis tentunya juga memerlukan masukan-masukan untuk menyempurnakan buku ini, tentu akan kami akomodir itu, karena menulis sejarah ini tidak cukup sepuluh jilid saja,” sambungnya.

Menurutnya, hingga kini kesiapan buku sejarah tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen. Namun, jika masih ada masukan penting, pihaknya siap menambahkannya ke dalam naskah akhir.

“Meski bagaimanapun kelamnya sejarah negara kita ini, maka nanti akan kita masukan juga. Karena sejarah tersebut harus berimbang, jangan nantinya menjadi perdebatan,” pungkasnya.

 

3. Balita Masuk Kamar Mandi Sendiri hingga Terkunci dari Dalam, Damkar Padang Lakukan Evakuasi

Seorang balita terkunci di kamar mandi di rumahnya di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/7/2025) siang.

Korban bernama Kaivan Xavier Atnan (2) awalnya masuk ke kamar mandi lebih dulu saat akan dibersihkan popoknya. Namun pintu mendadak macet dan tak bisa dibuka dari luar oleh ibunya.

Kabid Ops Sarpras Damkar Padang, Rinaldi mengatakan ibu korban, Freya Annisa Rizal (32), langsung menghubungi Damkar Padang setelah upaya membuka pintu gagal.

"Kami terima laporan pukul 12.22 WIB dan langsung turunkan satu unit dengan tujuh personel. Anak berhasil dievakuasi pukul 12.40 WIB," katanya lewat keterangan resmi.

Tim Damkar menempuh jarak sekitar 900 meter dari pos menuju lokasi di Jalan Cut Mutia No.5, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat.

BALITA TERKUNCI - Penyelamatan seorang balita terkunci di kamar mandi di rumahnya di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/7/2025) siang.
BALITA TERKUNCI - Penyelamatan seorang balita terkunci di kamar mandi di rumahnya di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/7/2025) siang. (Damkar Padang)

Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Honorer Demo Bupati, Korban Kecelakaan Patah Kaki dan Mobil Hantam Pohon

Seluruh proses penanganan berhasil diselesaikan pukul 12.40 WIB, hanya dalam waktu 13 menit sejak tim tiba di lokasi.

"Proses evakuasi berlangsung cepat. Petugas berhasil membuka pintu kamar mandi dan menyelamatkan korban tanpa luka," ujarnya.(*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved