Pendaki Asal Malaysia Tergelincir 200 Meter di Gunung Rinjani, Selamat dan Sudah Bisa Berjalan

Seorang pendaki asal Malaysia bernama Nazli Bin Awang Mahat (47) selamat setelah mengalami insiden tergelincir sejauh 200 meter di jalur menuju Danau

Tayang:
Editor: Mona Triana
tribunnews
GUNUNG RINJANI: Sejumlah pendaki melintasi jalur terjal menuju puncak Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (30/12/2014). Seorang pendaki asal Malaysia bernama Nazli Bin Awang Mahat (47) selamat setelah mengalami insiden tergelincir sejauh 200 meter di jalur menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, pada Kamis (26/6/2025). 

TRIBUNPADANG.COM - Seorang pendaki asal Malaysia bernama Nazli Bin Awang Mahat (47) selamat setelah mengalami insiden tergelincir sejauh 200 meter di jalur menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, pada Kamis (26/6/2025).

Peristiwa ini terjadi di lokasi yang tak jauh dari jurang tempat pendaki asal Brasil, Juliana Marins, ditemukan tewas beberapa hari sebelumnya akibat kecelakaan serupa.

Beruntung, meski mengalami luka-luka, Nazli berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Nazli dilaporkan mengalami luka di bagian kepala serta kaki terkilir akibat jatuh di jalur pendakian yang licin. Meski begitu, kondisi korban mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Anggota SAR Geram Dituding Lambat Evakuasi Juliana Marins: Kami Bertaruh Nyawa di Gunung Rinjani

Ketua Asosiasi Trekking Organizer Lombok Utara, Munawir, membenarkan bahwa Nazli telah mendapatkan penanganan dan kini dalam kondisi stabil.

“Informasi yang kami terima, pendaki mengalami luka namun sudah mulai membaik,” ujar Munawir saat dihubungi pada Sabtu (28/6/2025), dikutip dari TribunLombok.com.

Dalam sebuah video yang beredar, Nazli bahkan terlihat sudah bisa berjalan-jalan di kawasan wisata Air Terjun Sendang Gile, Desa Senaru, Lombok Utara.

Kepala Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, menjelaskan bahwa Nazli mendaki bersama 11 orang lainnya melalui rute menuju puncak Rinjani dan bermaksud turun melalui jalur Danau Segara Anak.

“Saat perjalanan turun itulah korban terpeleset dan terjatuh,” kata Nicolas.

Baca juga: Bukti Juliana Marins Tewas setelah Jatuh di Rinjani, Bukan karena Hipotermia Berhari-hari

Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Taufikurrahman, turut membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Nazli mengalami luka di kepala dan kakinya terkilir, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Informasi mengenai kecelakaan tersebut diterima pihak TNGR dari pemandu pendakian pada Jumat (27/6/2025) sekitar pukul 15.20 WITA. Proses evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan dari TNGR, SAR Lombok Timur, TNI, Polri, dan relawan pada pukul 23.00 WITA.

Nazli ditandu ke Shelter Pelawangan Sembalun dan tiba sekitar pukul 01.30 WITA. Setelah beristirahat sejenak, korban kembali ditandu menuju Pos 2 Sembalun dan sampai di sana pukul 06.30 WITA. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Sembalun menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani mengingatkan seluruh pendaki agar lebih berhati-hati, khususnya terhadap cuaca ekstrem yang dapat memperburuk kondisi jalur pendakian.

“Cuaca di Rinjani bisa berubah dengan cepat. Kabut dan hujan membuat jalur sangat licin, sehingga pendaki harus ekstra waspada,” ujar Taufikurrahman.

Kecelakaan yang menimpa Nazli menambah daftar insiden di jalur Gunung Rinjani setelah sebelumnya seorang pendaki Brasil, Juliana Marins, dinyatakan tewas di lokasi yang berdekatan.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved