Idul Adha 2025

Tarekat Naqsabandiyah Padang Duluan Salat Idul Adha 2025, Simak Penjelasannya

Pengurus sekaligus Imam Surau Baru, Zahar, menjelaskan alasan Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang,

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
IDUL ADHA 2025- Pengurus sekaligus imam Surau Baru, Zahar saat ditemui TribunPadang.com, Kamis (4/6/2025) pagi. Zahar mengatakan, penetapan Hari Raya Idul Adha oleh jemaah Naqsabandiyah dilakukan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode hisab, rukyat, dalil, ijmak, dan qiyas yang telah dilakukan sejak awal Ramadan. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pengurus sekaligus Imam Surau Baru, Zahar, menjelaskan alasan Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah lebih awal pada Kamis (5/6/2025) pagi.

Pelaksanaan Salat Idul Adha ini berlangsung satu hari lebih cepat dibandingkan dengan ketetapan pemerintah dan sebagian besar organisasi masyarakat Islam lainnya, yang baru akan merayakan Idul Adha pada Jumat (6/6/2025).

Zahar mengatakan, penetapan Hari Raya Idul Adha oleh jemaah Naqsabandiyah dilakukan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode hisab, rukyat, dalil, ijmak, dan qiyas yang telah dilakukan sejak awal Ramadan.

“Penentuan Idul Adha ini sudah dilakukan sejak awal puasa. Berdasarkan perhitungan kami, 10 Zulhijah jatuh pada hari ini, Kamis,” ujar Zahar saat ditemui TribunPadang.com usai pelaksanaan salat.

Zahar pun mengajak masyarakat untuk tetap saling menghargai perbedaan dalam penetapan hari raya, dan tetap melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Baca juga: Pemkab Sijunjung Gelar Salat Idul Adha 2025 di Lapangan M Yamin, Pelaksanaan Mulai 07.30 WIB

“Jadi meskipun berbeda, kita tetap harus menjalankan rukun Islam. Tidak perlu memperdebatkan siapa yang lebih dulu berpuasa atau berlebaran,” jelasnya.

Sementara pantauan TribunPadang.com, puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah tampak memadati Surau Baru sejak pagi untuk melaksanakan Salat Idul Adha.

Salat dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Imam Surau Baru, Zahar.

Usai salat, Zahar memimpin pembacaan takbir dan menyampaikan khotbah dalam bahasa Arab.

Para jemaah tampak khidmat menyimak khotbah serta lantunan takbir yang dikumandangkan.

Setelah rangkaian salat selesai, jemaah saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi. Mereka kemudian berkumpul di area surau untuk melanjutkan kegiatan bersama.

Baca juga: Wako Pariaman Pastikan Tak Ada Alokasi Anggaran untuk Masjid Terapung dan Kapal Perang di Tahun 2025

Zahar mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha ini tidak hanya dilakukan di Surau Baru, tetapi juga tersebar di sejumlah wilayah lainnya.

“Selain di Surau Baru, jemaah Naqsabandiyah juga melaksanakan salat di wilayah lain seperti Bandar Buat, Indarung, Lubuk Batung, Baringin, Tarantang, serta di Kabupaten Solok dan Pesisir Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang mengikuti salat berasal dari Tarekat Naqsabandiyah aliran Syekh Muhammad Thaib.

Terkait hewan kurban, Zahar menyebut pihaknya akan menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Penyembelihan direncanakan pada Sabtu (7/6/2025).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved