Idul Adha Naqsabandiyah
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha Hari Ini, Hewan Kurban Dipotong 2 Hari Lagi
Terkait penyembelihan hewan kurban, Zahar menyebut Surau Baru akan menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing pada Sabtu.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Jemaah tarekat Naqsabandiyah di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, jadwalkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Sabtu (7/6/2025).
Namun, untuk Hari Raya Idul Adha 1446 H ditetapkan pada hari ini, Kamis (5/6/2025).
Oleh karena itu, puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah telah menggelar salat Idul Adha sejak pada pagi hari.
Pengurus sekaligus Imam Surau Baru, Zahar, mengatakan penetapan 10 Zulhijah oleh Tarekat Naqsabandiyah dilakukan melalui metode hisab, rukyat, dalil, ijmak, dan qiyas yang sudah dimulai sejak awal Ramadan.
Baca juga: Tarekat Naqsabandiyah Padang Duluan Salat Idul Adha 2025, Simak Penjelasannya
"Penetapan hari raya ini sudah ditentukan sejak awal puasa. Jadi kami sudah tahu bahwa Idul Adha akan jatuh pada hari Kamis," ujar Zahar.
Terkait penyembelihan hewan kurban, Zahar menyebut Surau Baru akan menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing pada Sabtu.
"Kami akan berkurban satu sapi dan dua kambing. Penyembelihannya dilakukan hari Sabtu," ujarnya.
Baca juga: Jemaah Naqsabandiyah di Padang Melaksanakan Salat Idul Adha Hari Ini, Khotbah Pakai Bahasa Arab
Khotbah Salat Idul Adha Menggunakan Bahasa Arab
Pantauan TribunPadang.com di Surau Baru, tempat pelaksanaan salat, tampak jemaah khusyuk mengikuti rangkaian salat.
Seusai salat, khotbah disampaikan oleh imam dengan menggunakan bahasa Arab.
Pengurus sekaligus Imam Surau Baru, Zahar, menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Arab dalam khotbah disesuaikan dengan bahasa yang digunakan dalam salat.
"Iya, kita khotbah pakai bahasa Arab," ujar Zahar saat ditemui usai salat.
Baca juga: Sehari Jelang Idul Adha 2025, Pengusaha Lamang Tapai di Padang Kebanjiran Pesanan, Masak 400 Batang
Menurut Zahar, khotbah ini dipandang sebagai pengganti dari dua rakaat salat, sehingga perlu disampaikan dalam bahasa salat, yakni bahasa Arab.
"Kalau khotbah pakai bahasa Indonesia, itu jadinya seperti ceramah," jelasnya.
Dalam pelaksanaan khotbah, Zahar tampak memegang tongkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/IDUL-ADHA-Puluhan-jemaah-Tarekat-Naqsabandiyah.jpg)