Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Petani Cabuli Anak Tiri dan Program TPBIS Berdampak Akibat Efisiensi Anggaran

Pelaku adalah seorang petani di Batipuh. Ia diduga mencabuli anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Editor: Rezi Azwar
Polres Padang Panjang
PENCABULAN ANAK - Polres Padang Panjang mengamankan pria inisial SS (41) diduga melakukan pencabulan terhadap anak tirinya di Salayan, Nagari Batipuh Ateh, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (22/5/2025). Pelaku diketahui telah melakukan aksinya sejak pertengahan 2024. 

TRIBUNPADANG.COM – Simak sejumlah kabar menarik yang dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang dalam 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Ada berita terkait penangkapan pelaku pencabulan terhadap anak tirinya di  di Salayan, Nagari Batipuh Ateh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pelaku adalah seorang petani di Batipuh. Ia diduga mencabuli anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan seekor sapi kurban Presiden Prabowo dari peternak lokal untuk Iduladha 1446 Hijriah.

Sapi jenis Simental berbobot 960 kilogram itu milik Andrizal, warga Kecamatan Nan Sabaris.

Selanjutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak di tingkat lokal, termasuk di Perpustakaan Sijunjung, Sumatera Barat.

Baca juga: Maigus Nasir Temui BPJN, Bahas Pembangunan Fly Over Simpang Lubeg hingga Pelebaran Jalan Terminal

1. Petani di Batipuh Tanah Datar Cabuli Anak Tiri Usia 7 Tahun, Aksi Berulang Kali Sejak 2024

Kepolisian Padang Panjang menangkap terduga pelaku pencabulan anak tiri di Salayan, Nagari Batipuh Ateh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pelaku adalah seorang petani di Batipuh. Ia diduga mencabuli anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kapolres padang panjang AKBP Kartyana Widyarso WP melalui Kasat Reskrim Iptu Ary Andre mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap atas dugaan perkara pencabulan terhadap anak tirinya.

"Pelaku SS (41) ditangkap pada Kamis 22 Mei 2025 sekira pukul 22.00 WIB di rumahnya. Kami mendapatkan laporan dari istrinya (WA)," ungkap Iptu Ary, Jumat (23/5/2025).

"Korban merupakan anak tirinya (LV), berusia 7 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SD," jelas Iptu Ary.

Iptu Ary menyebut, berdasarkan pengakuan korban bahwa pelaku sudah melakukan aksinya berkali-kali, mulai dari pertengahan 2024 hingga april 2025.

"Pelaku telah berkali-kali melakukan aksi bejatnya sejak pertengahan tahun 2024," ucap Iptu Ary.

Aksi pelaku bermula ketika korban sedang asik bermain Handphone di rumah, lalu pelaku memeluk dan memasukkan tangan sebelah kanan di kemaluan korban.

"Setelah itu, pelaku menggerayangi bagian vital korban," tuturnya.

Iptu Ary lalu menambakan jika korban (LV) melaporkan kepada ibunya (WA) jika kemaluannya telah di pegang oleh ayah tirinya.

"Tidak terima atas perlakuan suaminya kepada korban, sang istri lantas melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Padang Panjang," pungkasnya.

Kini, ujar Iptu Ary, saat ini pelaku SS telah ditahan di Mapolres Padang Panjang untuk proses penyidikan selanjutnya.

"Pelaku diterapkan pasal 82 ayat (1)dan (2) jo pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," tambahnya.

Baca juga: Andre Rosiade-Braditi Gantikan Fadli Zon-Nefri Jadi Ketum dan Sekjen DPP IKM Pusat Melalui Aklamasi

2. Sapi Simental 960 Kg Milik Peternak Padang Pariaman Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan seekor sapi kurban Presiden Prabowo dari peternak lokal untuk Iduladha 1446 Hijriah.

Sapi jenis Simental berbobot 960 kilogram itu milik Andrizal, warga Kecamatan Nan Sabaris. Pemerintah setempat mengusulkan sapi ini sebagai hewan kurban presiden.

Sapi yang diusulkan pemerintah setempat sebagai hewan kurban presiden, berasal dari peternak lokal dengan bobot mencapai 960 kilo.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Disnakkeswan) Padang Pariaman, Jumat (23/5/2025).

SAPI KURBAN PRESIDEN - Disnaskeswan Padang Pariaman memeriksa sapi kurban presiden yang berada di kecamatan nan Sabaris Padang Pariaman, Jumat (23/5/2025). Pemeriksaan ini sekaligus bentuk pengawasan sapi jelang disembelih pada idul adha 1446 H.
SAPI KURBAN PRESIDEN - Disnaskeswan Padang Pariaman memeriksa sapi kurban presiden yang berada di kecamatan nan Sabaris Padang Pariaman, Jumat (23/5/2025). Pemeriksaan ini sekaligus bentuk pengawasan sapi jelang disembelih pada idul adha 1446 H. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Dijelaskan Devi, sapi tersebut dipilih setelah pihaknya melakukan proses seleksi, oleh tim.

"Proses seleksi ini berlangsung sesuai standar yang ditetapkan oleh Sekretaris Presiden," ujarnya.

Standar tersebut, berdasarkan kesehatan, usia, berat minimal 800 kilo dan vaksinasi hewan lengkap.

Melalui tim, didapatkan sejumlah calon yang diajukan ke Sekretaris Presiden, lalu terpilih sapi dari Andrizal.

Devi menerangkan pasca menetapkan sapi ini, pihaknya langsung melakukan pengawasan secara intensif.

"Pemilihan ini kita iringi dengan pengawasan agar kondisi sapi terjaga sampai saat pemotongan," ujarnya.

Pemilik sapi, Andrizal mengaku senang dengan terpilihnya sapi yang sudah ia rawat selama tiga tahun belakang.

Ia menyebut sapi tersebut sudah ia besarkan sejak umur 1 tahun dengan berat 300 kilo.

"Alhamdulillah, sapinya bisa jadi sapi kurban presiden, senang sekaligus bangga," ujarnya.

Baca juga: DPRD Bersama Pemko Padang Sepakati 3 Rancangan Peraturan Daerah saat Rapat Paripurna

3. Dampak Efisiensi Anggaran, Pelatihan Rutin dari Program TPBIS di Perpustakaan Sijunjung Ditiadakan

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak di tingkat lokal, termasuk di Perpustakaan Sijunjung, Sumatera Barat.

Kepala Bidang Otomasi dan Pelayanan Perpusatakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sijunjung, Rika Nursanti, menjelaskan dampak efisiensi mengurangi beberapa pelatihan rutin yang ada di Perpustakaan Sijunjung.

Pelatihan rutin yang diadakan tiap minggu meliputi catur, bimbel matematika, menari dan senam lansia.

PERPUSTAKAAN SIJUNJUNG- Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak di tingkat lokal, termasuk di Perpustakaan Sijunjung. Perpustakaan Sijunjung saat dikunjungi, Jumat (23/5/2025).
PERPUSTAKAAN SIJUNJUNG- Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak di tingkat lokal, termasuk di Perpustakaan Sijunjung. Perpustakaan Sijunjung saat dikunjungi, Jumat (23/5/2025). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

“Dampak efisiensi, pelatihan catur untuk atlet, tahfiz dan bimbel matematika kelas 4,5,6 ditiadakan,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (23/5/2025).

Ia juga menjelaskan pelatihan catur dilaksanakan setiap hari Senin dan Sabtu, senam pelatihannya tiap hari Jumat.

Sedangkan tiap hari Sabtu bimbel matematika dan latihan menari khusus untuk anak SD tiap Jumat sore.

Berbagai macam kegiatan mendukung TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) telah dilakukan membawa dampak yang sangat baik.

Dengan masyarakat berkunjung dapat memberikan mindset baru jika Perpustakan tak hanya tempat untuk membaca saja.

“Program TPBIS intinya dapat menunjang keterampilan dan skill masyarakat hingga berdampak positif hingga menjadi ajang cuan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved