Kota Pariaman

Perjadin Kepala Desa Pariaman dari APBdes Dinilai Boros, Dilaksanakan di Tengah Efisiensi

Anggaran APBdes digunakan akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada APBD Pemko Pariaman tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
BALAI KOTA PARIAMAN- Masyarakat Kota Pariaman, Sumatera Barat, mulai memadati lokasi sholat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Balaikota Pariaman, Senin (31/3/2025). Kadis DPMDes Yalvi Endri, mengatakan, perjalanan dinas yang melibatkan 48 kepala desa ini, menggunakan anggaran APBdes masing-masing desa. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Keputusan rombongan kepala desa se-Kota Pariaman yang melakukan perjalanan dinas (Perjadin), dinilai pemborosan anggaran di tengah efisiensi.

Kadis DPMDes Yalvi Endri, mengatakan, perjalanan dinas yang melibatkan 48 kepala desa ini, menggunakan anggaran APBdes masing-masing desa.

Anggaran APBdes digunakan akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada APBD Pemko Pariaman tahun 2025.

"Kalau APBD tidak ada anggaran, ini dananya dari APBdes. Yang berangkat hanya kepala desa saja," ujarnya.

Baca juga: Perjalanan Dinas 48 Kepala Desa di Pariaman Dinilai Cederai Semangat Efisiensi oleh Pengamat

Para kepala desa ini melakukan perjalanan dinas mulai Senin (19/5/2025) hingga Jumat (23/5/2025) dengan tujuan mengunjungi Kemendagri dan Kabupaten Bandung.

Di Kemendagri kepala desa dijadwalkan berkoordinasi terkait juknis pengelolaan aset yang selama ini masih menjadi permasalahan di tingkat desa.

Lalu, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kepala desa bersama Kadis mengunjungi sejumlah desa untuk melihat realisasi program ketahanan pangan setempat.

Menanggapi kunjungan 48 kepala desa Kota Pariaman ini, pengamat Kebijakan Publik, Universitas Andalas, Roni Ekha Putra, menilai adanya pemborosan anggaran APBdes.

Baca juga: Pemuda di Nanggalo Padang Intip dan Rekam Diam-diam Perempuan Paruh Baya 49 Tahun Sedang Mandi

Menurutnya perjalanan dinas tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar, terlebih pemerintah sedang menggalakkan efisiensi.

"Biaya perjadin ini besar, lebih baik  APBdes digunakan untuk pembangunan infrastruktur, ketahan pangan, pendidikan dan bidang lainnya," ujarnya.

Ditengah kemajuan teknologi dan informasi serta ketersediaan platform daring saat ini kegiatan perjalanan dinas serupa ini menurut Ekha sudah tidak lagi relevan.

Demi mewujudkan efisiensi dan efektifitas semestinya platform tersebut bisa dimanfaatkan untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi antar lembaga secara online saja.

Menurutnya perjalanan dinas yang melibatkan banyak orang seperti rombongan kepala desa di Kota Pariaman ini, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved