Kota Pariaman
Perjadin Kepala Desa Pariaman dari APBdes Dinilai Boros, Dilaksanakan di Tengah Efisiensi
Anggaran APBdes digunakan akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada APBD Pemko Pariaman tahun 2025.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Keputusan rombongan kepala desa se-Kota Pariaman yang melakukan perjalanan dinas (Perjadin), dinilai pemborosan anggaran di tengah efisiensi.
Kadis DPMDes Yalvi Endri, mengatakan, perjalanan dinas yang melibatkan 48 kepala desa ini, menggunakan anggaran APBdes masing-masing desa.
Anggaran APBdes digunakan akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada APBD Pemko Pariaman tahun 2025.
"Kalau APBD tidak ada anggaran, ini dananya dari APBdes. Yang berangkat hanya kepala desa saja," ujarnya.
Baca juga: Perjalanan Dinas 48 Kepala Desa di Pariaman Dinilai Cederai Semangat Efisiensi oleh Pengamat
Para kepala desa ini melakukan perjalanan dinas mulai Senin (19/5/2025) hingga Jumat (23/5/2025) dengan tujuan mengunjungi Kemendagri dan Kabupaten Bandung.
Di Kemendagri kepala desa dijadwalkan berkoordinasi terkait juknis pengelolaan aset yang selama ini masih menjadi permasalahan di tingkat desa.
Lalu, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kepala desa bersama Kadis mengunjungi sejumlah desa untuk melihat realisasi program ketahanan pangan setempat.
Menanggapi kunjungan 48 kepala desa Kota Pariaman ini, pengamat Kebijakan Publik, Universitas Andalas, Roni Ekha Putra, menilai adanya pemborosan anggaran APBdes.
Baca juga: Pemuda di Nanggalo Padang Intip dan Rekam Diam-diam Perempuan Paruh Baya 49 Tahun Sedang Mandi
Menurutnya perjalanan dinas tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar, terlebih pemerintah sedang menggalakkan efisiensi.
"Biaya perjadin ini besar, lebih baik APBdes digunakan untuk pembangunan infrastruktur, ketahan pangan, pendidikan dan bidang lainnya," ujarnya.
Ditengah kemajuan teknologi dan informasi serta ketersediaan platform daring saat ini kegiatan perjalanan dinas serupa ini menurut Ekha sudah tidak lagi relevan.
Demi mewujudkan efisiensi dan efektifitas semestinya platform tersebut bisa dimanfaatkan untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi antar lembaga secara online saja.
Menurutnya perjalanan dinas yang melibatkan banyak orang seperti rombongan kepala desa di Kota Pariaman ini, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
| Serap Aspirasi dari Dunia Pendidikan, Wako Yota Balad Kunjungi Ponpes Ibnu Abbas di Pariaman Utara |
|
|---|
| Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun |
|
|---|
| Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pikap Parkir di Pariaman, Tubuh Basah Bensin |
|
|---|
| Wako Pariaman Beri Santunan dan Jamin Beasiswa Anak Warga yang Diduga Minum Racun |
|
|---|
| Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Sholat-Idul-Fitri-2025-di-Pariaman-Sumbar.jpg)