Kebakaran Pabrik Karet
Kendala Pemadaman di PT Teluk Luas Padang, Damkar: Karet yang Mudah Terbakar dan Tak Ada Hydrant
Selain itu, tidak adanya hydrant di area pabrik membuat mobil pemadam harus bolak-balik mencari sumber air.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
KEBAKARAN- Api akibat kebakaran pabrik karet di Tanjung Saba Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat masih menyala Minggu (18/5/2025) malam. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, sebut lamanya proses pemadaman diakibatkan bahan baku karet yang mudah terbakar serta ketiadaan hydrant di lokasi kebakaran.
"Sisanya 10 unit dari kita sendiri. Jadi totalnya ada 22 unit mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api itu," ujarnya.
Budi juga mengatakan, lebih dari 250 personel diterjunkan dalam proses pemadaman tersebut.
"Dari Damkar Kota Padang kita turunkan sekitar 150 personel, ditambah sekitar 100 personel dari instansi Damkar lainnya. Jadi totalnya lebih dari 250 personel dikerahkan," ungkapnya. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)
Berita Terkait
Berita Terkait: #Kebakaran Pabrik Karet
Pabrik Karet di Padang Kembali Terbakar, Diduga dari Bahan Baku yang Masih Panas Ditiup Angin |
![]() |
---|
22 Mobil Damkar dan 250 Petugas Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran Pabrik Karet PT Teluk Luas di Padang |
![]() |
---|
2 Tenda Pengungsi Tampung Warga Terdampak Kebakaran Pabrik Karet di Tanjung Saba Pitameh Padang |
![]() |
---|
Warga Terdampak Kebakaran Pabrik Karet di Padang Butuhkan Bantuan Konsumsi dan Perlengkapan Bayi |
![]() |
---|
22 Warga Menginap di Tenda Pengungsian Akibat Rumahnya Terdampak Kebakaran Pabrik Karet di Padang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.