Lifestyle

Aur Kuning Kota Bukittinggi: Pusat Perdagangan Tekstil 'Tanah Abang' di Sumatera Barat

KAWASAN Aur Kuning di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bukan sekadar kawasan pasar biasa. Lokasinya yang strategis dan suasananya yang selalu ramai m

|
Editor: Emil Mahmud
Magang FIB UNAND / Aisa Elvira
PASAR AUR KUNING: Suasana ramai terlihat di kawasan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, pada Sabtu (1/2/2025) pagi.  Foto ini diambil dalam rangka peliputan seputar geliat ekonomi dan aktivitas jual beli di Pasar Aur Kuning yang kerap dijuluki sebagai “Tanah Abang ala Minang” 

KAWASAN Aur Kuning di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bukan sekadar kawasan pasar biasa. Lokasinya yang strategis dan suasananya yang selalu ramai membuat kawasan ini dijuluki “Tanah Abang-nya Sumatera Barat.”

Mulai dari kain tradisional, baju muslim, hingga fashion kekinian, semua bisa ditemukan di sini dengan harga yang terjangkau dan kualitas bersaing.

Pusat Grosir dan Eceran yang Legendaris

Pasar Aur Kuning dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tekstil terbesar di Bukittinggi. Bahkan, tidak sedikit pembeli dari luar kota seperti Payakumbuh,Pasaman, Padang, hingga Pekanbaru yang sengaja datang untuk belanja dalam jumlah besar.

Di pasar ini, kamu bisa menemukan aneka jenis kain dari batik, daster hingga brokat bordir. Tak hanya itu, beragam busana muslim, gamis, tunik, hingga outfit casual kekinian juga tersedia di berbagai kios yang berjajar rapat.

Bagi pemilik butik, reseller, maupun pengusaha pakaian, Aur Kuning menjadi tempat favorit. Beberapa pedagang bahkan menawarkan sistem dropship dan pembelian via online mengikuti perkembangan zaman.

Baca juga: Pemprov Sumbar Raih Predikat A dan Tertinggi 86,85: Indeks Reformasi Birokrasi Terbaik Se-Sumatera

 

  
PASAR AUR KUNING: Suasana ramai terlihat di kawasan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, pada Sabtu (1/2/2025) pagi.  Foto ini diambil dalam rangka peliputan seputar geliat ekonomi dan aktivitas jual beli di Pasar Aur Kuning yang kerap dijuluki sebagai “Tanah Abang ala Minang”
   PASAR AUR KUNING: Suasana ramai terlihat di kawasan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, pada Sabtu (1/2/2025) pagi.  Foto ini diambil dalam rangka peliputan seputar geliat ekonomi dan aktivitas jual beli di Pasar Aur Kuning yang kerap dijuluki sebagai “Tanah Abang ala Minang” (Magang FIB UNAND / Aisa Elvira)

Baca juga: 65 Twibbon Hardiknas 2025, Pasang di Profil atau Status Sosmed untuk Meriahkan Hari Pendidikan 2 Mei

Salah satu daya tarik utama Aur Kuning adalah harganya yang kompetitif. Banyak pedagang menawarkan harga grosir untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Namun, tak perlu khawatir, pembeli eceran pun tetap dilayani dengan ramah.

Menjelang hari besar seperti Lebaran, Ramadan, atau tahun ajaran baru, suasana pasar ini makin hidup. Deretan kios yang padat, tumpukan kain berwarna-warni, hingga suara tawar-menawar menjadi ciri khas yang menandakan denyut ekonomi masyarakat setempat.

Tak Sekadar Tempat Belanja

Aur Kuning juga punya nilai historis dan sosial yang kuat. Pasar ini menjadi ruang interaksi antarbudaya, tempat bertemunya pedagang, pembeli, dan bahkan pelancong yang ingin merasakan suasana khas Bukittinggi. Di sela-sela berbelanja, kamu juga bisa menikmati kuliner lokal di warung-warung sekitar pasar dari nasi Simpang Raya, sate Padang, hingga gorengan hangat.

Daya Tarik Wisata Belanja di Sumbar

Seiring meningkatnya minat wisata belanja, Pasar Aur Kuning perlahan menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik. Banyak yang datang tidak hanya untuk membeli, tapi juga untuk “cuci mata” atau mencari inspirasi fashion khas Minang.

Dengan karakter uniknya, Aur Kuning mampu bersaing dengan pasar-pasar besar di kota lain. Bahkan, banyak yang menyebutnya sebagai Tanah Abang versi Sumatera Barat merakyat, meriah, dan penuh pilihan.

Jika kamu sedang berada di Bukittinggi, sempatkanlah mampir ke Aur Kuning. Entah untuk belanja, menengok tren fashion lokal, atau sekadar menikmati suasana pasar tradisional yang dinamis pengalaman yang kamu dapatkan di sini akan membekas.

Karena di balik riuhnya pasar dan tumpukan kain, Aur Kuning menyimpan cerita tentang ekonomi rakyat, budaya niaga, dan semangat masyarakat Minang yang pantang menyerah.(Aisa Elvira, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand, yang magang di TribunPadang.com)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved