Berita Internasional
Geger Dolar AS Drop ke Level Terendah Imbas Kelakuan Donald Trump, Bagaimana dengan Rupiah?
Dolar AS mencatatkan rekor mengejutkan lantaran anjlok hingga ke titik terendahnya selama tiga tahun terakhir.
TRIBUNPADANG.COM - Ulah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu pergolakan perekonomian negaranya, yang berimbas pada dinamika pasar keuangan global.
Terkini, nilai mata uang dolar AS mencatatkan rekor mengejutkan lantaran anjlok hingga ke titik terendahnya selama tiga tahun terakhir.
Sementara harga emas terhadap dolar, melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni senilai USD 3.500 per ons.
Adapun kekacauan ini disinyalir dipicu perseteruan Donald Trump dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Tak tanggung-tanggung, Donald Trump bahkan dengan keras menuding Powell sebagai "pecundang besar" karena tidak menurunkan suku bunga.
Baca juga: ANJLOK! Harga Emas Antam Rabu 23 April 2024 Drop Rp 48.000 per Gram usai Cetak Rekor Harga Tertinggi
Dalam serangkaian unggahan di platform Truth Social miliknya, Presiden Trump menuntut pemotongan suku bunga segera, dengan peringatan akan potensi perlambatan ekonomi.
Ia menuduh Powell secara konsisten "terlambat" dalam menanggapi perkembangan ekonomi.
Trump menyatakan kalau pemecatan Powell "tidak akan terjadi cukup cepat".
Pernyataan Trump ini menjadi bumerang karena justru meningkatkan kekhawatiran atas independensi Federal Reserve, landasan kebijakan ekonomi AS.
Investor khawatir, campur tangan politik dapat merusak kemampuan bank sentral untuk mengelola inflasi dan lapangan kerja secara efektif.
Baca juga: Terus Naik, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 23 April 2025 Capai Rekor Harga Tertinggi Sepanjang Masa
Kekacauan Pasar Cerminkan Meningkatnya Ketidakpastian
Pernyataan Trump tersebut telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar keuangan AS.
Pasar-pasar saham utama macam S&P 500 turun 2,4 persen, Dow Jones Industrial Average turun 2,5 persen, dan Nasdaq Composite turun 2,6 persen pada Senin.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun ke level terendah sejak 2022.
Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian, melonjak ke rekor tertinggi USD 3.500 per ons.
Analis mengaitkan kenaikan tersebut dengan kekhawatiran investor atas independensi Fed dan potensi peningkatan inflasi akibat tekanan politik.
Implikasi dan Tanggapan Global
| Insiden Penembakan di 3 Kota Amerika Serikat, Tewaskan 9 Orang dan Lukai 28 Korban Lain |
|
|---|
| Malam Ini, Jepang Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 6, Pusat di Lepas Pantai Prefektur Fukushima |
|
|---|
| AS Siap Dukung, Jika Ukraina Pilih NATO, Konsekuensinya Memicu, Rusia Bisa Jadi Marah |
|
|---|
| Update Serangan di Sinagoge Texas: Pelaku Dilaporkan Tewas, Seluruh Sandera Selamat |
|
|---|
| Terkait Senjata Nuklir Korut, Presiden Joe Biden Peringatkan Takkan Beri Pengakuan Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-1.jpg)