Berita Internasional

Geger Dolar AS Drop ke Level Terendah Imbas Kelakuan Donald Trump, Bagaimana dengan Rupiah?

Dolar AS mencatatkan rekor mengejutkan lantaran anjlok hingga ke titik terendahnya selama tiga tahun terakhir.

Editor: Primaresti
AFP/ Jim Watson
DOLAR ANJLOK - Presiden AS Donald Trump saat masih menjadi kandidat presiden dari Partai Republik, berbicara selama acara malam pemilihan di West Palm Beach Convention Center di West Palm Beach, Florida, pada tanggal 6 November 2024. Terkini, dolar mengalami penurunan mengejutkan imbas perseteruan Trump dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.. 

TRIBUNPADANG.COM - Ulah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu pergolakan perekonomian negaranya, yang berimbas pada dinamika pasar keuangan global.

Terkini, nilai mata uang dolar AS mencatatkan rekor mengejutkan lantaran anjlok hingga ke titik terendahnya selama tiga tahun terakhir.

Sementara harga emas terhadap dolar, melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni senilai USD 3.500 per ons.

Ilustrasi uang dolar AS dan rupiah.
Ilustrasi uang dolar AS dan rupiah. (tribunnews)

Adapun kekacauan ini disinyalir dipicu perseteruan Donald Trump dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Tak tanggung-tanggung, Donald Trump bahkan dengan keras menuding Powell sebagai "pecundang besar" karena tidak menurunkan suku bunga.

Baca juga: ANJLOK! Harga Emas Antam Rabu 23 April 2024 Drop Rp 48.000 per Gram usai Cetak Rekor Harga Tertinggi

Dalam serangkaian unggahan di platform Truth Social miliknya, Presiden Trump menuntut pemotongan suku bunga segera, dengan peringatan akan potensi perlambatan ekonomi. 

Ia menuduh Powell secara konsisten "terlambat" dalam menanggapi perkembangan ekonomi.

Trump menyatakan kalau  pemecatan Powell "tidak akan terjadi cukup cepat".

Pernyataan Trump ini menjadi bumerang karena justru meningkatkan kekhawatiran atas independensi Federal Reserve, landasan kebijakan ekonomi AS. 

Investor khawatir, campur tangan politik dapat merusak kemampuan bank sentral untuk mengelola inflasi dan lapangan kerja secara efektif.

Baca juga: Terus Naik, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 23 April 2025 Capai Rekor Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Kekacauan Pasar Cerminkan Meningkatnya Ketidakpastian

Pernyataan Trump tersebut telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar keuangan AS.

Pasar-pasar saham utama macam S&P 500 turun 2,4 persen, Dow Jones Industrial Average turun 2,5 persen, dan Nasdaq Composite turun 2,6 persen pada Senin.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun ke level terendah sejak 2022.​

Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian, melonjak ke rekor tertinggi USD 3.500 per ons.

Analis mengaitkan kenaikan tersebut dengan kekhawatiran investor atas independensi Fed dan potensi peningkatan inflasi akibat tekanan politik.

Implikasi dan Tanggapan Global

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved