Bedah Rumah Berbasis Sepablock: Akhir Doa Panjang Alamsyur di Lambung Bukit

Alamsyur mengaku, sebelum rumahnya dibedah PT Semen Padang, kondisi rumah lamanya jauh dari standar kelayakan.

Editor: afrizal
TribunPadang.com
BEDAH RUMAH- PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit membedah rumah warga, Alamsyur, Rabu (1/4/2026) silam. Rumah tipe 36 yang dilengkapi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu merupakan hasil program bedah rumah yang dibangun menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK 

Ringkasan Berita:
  • Alamsyur warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang menerima bedah rumah dari PT Semen Padang
  • Rumah baru itu dibangun menggunakan Sepablock, material inovatif dari PT Semen Padang yang memungkinkan pembangunan lebih cepat, efisien, dan kokoh.
  • Inovasi produk seperti Sepablock menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi.

TRIBUNPADANG.COM — Pagi itu, Rabu (1/4/2026), suasana di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. 

Di tengah hamparan sawah dengan bulir padi yang mulai menguning, sebuah rumah sederhana berdiri dengan wajah baru, lebih kokoh, lebih layak, dan sarat makna. 

Dibangun PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit, rumah tipe 36 yang dilengkapi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu merupakan hasil program bedah rumah yang dibangun menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock.

Baca juga: Aksi GENTING di 3 Kecamatan Berbuah Penghargaan, PT Semen Padang Terima Piagam Kemendukbangga

Pemilik rumah bernama Alamsyur tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. 

Berdiri di depan rumah barunya, ia meneteskan air mata, bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur yang mendalam. 

“Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang sangat layak huni,” kata Alamsyur usai acara serah terima rumah dari PT Semen Padang.

Acara penyerahan rumah itu turut disaksikan pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua LPM Syamsul Bahri serta Ketua Forum Nagari Dedi Azhari. 

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rumah ini bukan hanya milik satu keluarga, tetapi juga hasil kepedulian bersama.

Bagi Alamsyur, rumah barunya ini bukan sekadar bangunan. 

Meski hanya memiliki satu kamar, yang lebih penting baginya adalah kini keluarganya sudah memiliki tempat tinggal yang layak. 

“Rumah ini adalah jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini kami gantungkan di setiap langkah hidup kami,” kata Alamsyur.

Pria paruh baya berusia 51 tahun itu menyampaikan bahwa selama puluhan tahun terakhir, ia menjalani kehidupan sebagai tukang bangunan harian. 

Pekerjaan yang ia tekuni menuntut tenaga, namun tak selalu menjanjikan kepastian. 

Baca juga: Sinergi Kemanusiaan di HUT ke-116, Semen Padang Kumpulkan 369 Kantong Darah untuk Jaga Ketersediaan

Upah datang tak menentu, tergantung ada atau tidaknya proyek yang dikerjakan.

Di tengah keterbatasan tersebut, satu hal yang selalu ia jaga adalah komitmen untuk menyekolahkan keempat anaknya. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved