Gunung Marapi Erupsi

Total Erupsi Gunung Marapi Periode Januari-Maret 2025: 23 kali Letusan, 445 kali Hembusan

Gunung Marapi yang terletak diantara Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah erupsi letusan puluhan kali ..

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fuadi Zikri
Foto: Fajar Alfaridho Herman/tribunpadang.com
ERUPSI GUNUNG MARAPI : Visualisasi Gunung Marapi dari Kota Bukittinggi, Jumat (7/3/2025). Pos PGA mencatat sebanyak 23 kali Letusan, 445 kali Hembusan sepanjang periode Januari-Maret 2025. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Gunung Marapi yang terletak diantara Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah erupsi letusan puluhan kali dan erupsi hembusan hingga ratusan kali.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, pada bulan Januari 2025, sudah tercatat 12 kali erupsi letusan dan 103 kali erupsi hembusan.

Kemudian pada periode bulan Februari 2025, tercatat sebanyak 8 kali erupsi letusan dan 317 kali erupsi hembusan.

Selanjutnya dari awal bulan Maret 2025 hingga Jumat (7/3/2025) tercatat sebanyak 3 kali erupsi letusan dan 25 kali erupsi hembusan.

"Dengan begitu jika ditotalkan dari periode bulan Januari hingga awal bulan Maret 2025 ini sebanyak 23 kali erupsi letusan dan 445 kali erupsi hembusan," kata petugas Pos PGA Bukittinggi, Teguh Purnomo, Jumat (7/3/2025).

Sementara itu, Teguh belum bisa memastikan apakah aktifitas erupsi tersebut bisa berpotensi menaikan kembali level aktifitas Gunung Marapi.

"Berdasarkan evaluasi yang telah dikeluarkan sebelumnya, bahwa kegempaan vulkanik Gunung Marapi mengalami penurunan. Namun data deformasi cenderung fluktuatif mengalami peningkatan, tapi terkait potensi kenaikan level belum bisa kita pastikan," pungkasnya.

Baca juga: Letusan Gunung Marapi Jumat Pagi Lontarkan Magma, PGA Beri Penjelasan: Erupsi yang Cukup Besar

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lemba atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved