PMK di Sumbar

Dinas Pertanian Kabupaten Solok Sumbar Gencarkan Edukasi Cegah PMK pada Ternak

Dinas Pertanian Kabupaten Solok terus berupaya menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Mona Triana
Istimewa
ILUSTRASI PMK: Dokter hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumatera Barat, temui gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sebelas ekor sapi. Upaya untuk menekan penyebaran PMK, Dinas Pertanian Kabupaten Solok lakukan vaksinas yang sudah terealisasi 33,1 persen dari target 2.000 dosis, Kamis (30/1/2025) 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Dinas Pertanian Kabupaten Solok terus berupaya menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah vaksinasi guna mencegah penyebaran virus yang dapat menyerang sapi, kerbau dan kambing.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kennedy Hamzah, mengatakan vaksinasi PMK terus digencarkan dengan melibatkan empat Puskeswan di Kabupaten Solok dan hingga saat ini, sudah terealisasi 33,1 persen dari target 2.000 dosis.

“Vaksin sedang digencarkan dengan melibatkan empat Puskeswan yang ada di Kabupaten Solok. Sejauh ini sudah berjalan 33,1 persen dari 2.000 dosis,” kata Kennedy Hamzah, Kamis (30/1/2025).

Selain vaksinasi, pihaknya juga gencar melakukan edukasi kepada para peternak agar dapat menjaga imunitas hewan ternak sehingga terhindar dari PMK.

Baca juga: Dinas Pertanian Solok Sumbar Percepat Vaksinasi PMK, Sudah 662 Dosis Disuntikkan

Edukasi ini dilakukan dengan mendatangi langsung para peternak.

“Kami sedang memasifkan edukasi pencegahan penularan PMK kepada peternak dengan langsung mendatangi mereka,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam edukasi tersebut adalah menjaga kualitas pakan ternak.

Kennedy mengimbau para peternak untuk memberikan pakan berkualitas agar imunitas ternak tetap kuat dan tidak mudah terserang PMK.

“Kami minta kepada peternak untuk dapat menjaga pakan ternak. Pilihlah makanan yang terbaik sehingga ternak memiliki imunitas kuat dan tidak mudah terjangkit PMK,” tuturnya.

Baca juga: Tidak Ada Kasus Baru PMK di Solok Sumbar, Total Tetap 153 Kasus

Selain itu, peternak juga diminta untuk rutin menyemprotkan disinfektan dan menjaga sanitasi kandang guna mencegah penyebaran virus.

Jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK, peternak diminta segera melaporkannya ke Puskeswan terdekat.

“Jika ditemui tanda-tanda, kami minta hubungi Puskeswan terdekat. Tidak usah dibawa langsung ke Puskeswan, sebab petugas kami yang akan mendatangi langsung kandang peternak,” jelasnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Solok mencatat, sepanjang 1-27 Januari 2025, terdapat 153 kasus PMK yang seluruhnya menyerang ternak sapi.

Saat ini, seluruh ternak tersebut masih dalam proses penyembuhan dan pemantauan oleh petugas. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved