Kabupaten Padang Pariaman

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Padang Pariaman Terban, Masyarakat Harus Berputar 15 Kilometer

Akibat jembatan terban di Tapakis, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Masyarakat harus berputar sejuah 15 kilometer.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Padang Pariaman Terban, Masyarakat Harus Berputar 15 Kilometer 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Akibat jembatan terban di Tapakis, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Masyarakat harus berputar sejuah 15 kilometer.

Jembatan tersebut, merupakan jembatan penghubung antara kecamatan Ulakan Tapakis dan Sintuk Toboh Gadang.

Sekretaris Nagari setempat Adnaldi Syam, mengatakan jembatan tersebut terletak di ruas jalan utama kedua kecamatan tersebut.

"Karena jembatan ini rusak masyarakat harus berputar sejauh 15 kilo," tuturnya.

Ia menyebut untuk sementara jembatan ini masih bisa dilalui, hanya saja oleh kendaraan roda dua.

Kendaraan roda dua yang bisa melintasi jembatan ini, harus lewat secara bergantian karena kondisi jembatan yang sudah rusak parah.

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Padang Pariaman Terban

Kendati menyulitkan aktifitas harian masyarakat, Adnaldi mengaku sudah melapor pada pemerintah daerah untuk mengambil tindakan cepat.

"Dinas terkait sudah datang ke lokasi, kami harap semoga bisa cepat diperbaiki," ujarnya.

Ia menyebut, perbaikan jembatan ini menurut dinas terkait akan menelan biaya sebanyak Rp2.5 M dengan melakukan perbaikan dan pelebaran.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan sepanjang empat meter di korong Kubu, Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat terban, membuat akses utama penghubung dua kecamatan terganggu, Senin (20/1/2025).

Dua kecamatan yang terdampak akibat jembatan rusak ini, merupakan kecamatan Ulakan Tapakis dan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga).

Baca juga: Jembatan di Tapakis Terban, Akses Dua Kecamatan Terputus di Padang Pariaman

Sekretaris Nagari Tapakis Adnaldi Syam, mengatakan, jembatan ini merupakan jalan utama untuk kedua kecamatan tersebut.

Ia menyebut akibat kondisi jalan yang putus, aktifitas harian masyarakat terganggu, seperti pendidikan, ekonomi dan lainnya.

"Sementara jalan ini masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, namun bergantian," ujarnya.

Situasi serupa ini menurutnya tidak bisa bertahan lama, mengingat kondisi jembatan sudah sangat parah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved