Jembatan Putus di Padang Pariaman

Hujan Deras Sebabkan Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Padang Pariaman Terban

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung sepanjang hari tersebut, mengakibatkan debit air sungai meningkat dan merusak jembatan.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Pengendara melintas di jembatan yang terban di Kubu, Tapakis, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (20/1/2025). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Hujan deras yang mengguyur Nagari Tapakis dan Ulakan Tapakis di Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (17/1/2025) menjadi penyebab utama jembatan penghubung dua kecamatan ini terban.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung sepanjang hari tersebut, mengakibatkan debit air sungai meningkat dan merusak jembatan.

Hujan deras ini menurut Sekretaris Nagari Tapakis Adnaldi Syam, terjadi sejak siang hingga malam hari Jumat.

Akibat hujan selama hampir seharian tersebut, membuat debit air yang mengalir jembatan meningkat.

"Jembatan ini mulai terban sekira pukul 21.00 WIB, akibat debit air sungai meningkat," ujarnya, Senin (20/1/2025).

Baca juga: Laga Pembuktian Evaluasi Manajemen, Semen Padang FC Incar Kemenangan atas Bali United Sore Ini

Kondisi debit air meningkat ini menurutnya baru terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

Hal ini terjadi akibat belum lama sebelum kejadian pihak nagari bersama masyarakat melakukan pembersihan di pinggir sungai.

Pembersihan ini guna mengatasi banjir yang sering membuat para petani gagal panen, karena saluran air terhambat.

"Karena kondisi sungai sudah bersih, debit air malah makin deras dan berdampak pada jembatan," ujar Adnaldi.

Selain debit air, menurut Adnaldi jembatan terban juga karena usia jembatan yang sudah lebih dari 30 tahun.

Baca juga: Dua Truk Tabrakan di Banuhampu Agam, Satu Truk Terbalik Timpa Area Pertanian Warga

Diberitakan sebelumnya, Jembatan sepanjang empat meter di korong Kubu, Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat terban, membuat akses utama penghubung dua kecamatan terganggu, Senin (20/1/2025).

Dua kecamatan yang terdampak akibat jembatan rusak ini, merupakan kecamatan Ulakan Tapakis dan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga).

Sekretaris Nagari Tapakis Adnaldi Syam, mengatakan, jembatan ini merupakan jalan utama untuk kedua kecamatan tersebut.

Ia menyebut akibat kondisi jalan yang putus, aktifitas harian masyarakat terganggu, seperti pendidikan, ekonomi dan lainnya.

"Sementara jalan ini masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, namun bergantian," ujarnya.

Baca juga: Meniti Jembatan Kayu Lapuk di Agam, Saksi Bisu Perjuangan Siswa SD di Malalak Demi Pendidikan

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved