Kabupaten Pasaman Barat
120 Relawan Kampung Siaga Bencana di Pasaman Barat Dikukuhkan
"KSB ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa dalam rangka mengantisipasi dan menyiapkan warga kita untuk siap siaga terhadap bencana,” kata Beto.
Penulis: Ahmad Romi | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Wakil Bupati Kabupaten Pasaman Barat mengukuhkan 120 relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau dan Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam memitigasi bencana.
Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Beto menyampaikan, pembentukan KSB merupakan salah satu langkah sistematis Kementerian Sosial dalam mitigasi bencana yang melibatkan seluruh unsur di masyarakat.
"KSB ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa dalam rangka mengantisipasi dan menyiapkan warga kita untuk siap siaga terhadap bencana,” katanya di Simpang Empat, Selasa (17/12/2024).
Ia mengatakan bahwa persoalan ini tidak bisa pemerintah pusat saja, tetapi peran pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu.
Pembentukan KSB itu mendapat respons positif dari Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto yang berharap para relawan dapat menjadi garda terdepan di masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana, tidak hanya saat terjadi bencana tapi terlibat dalam upaya pencegahannya.
"Semoga para relawan dapat berdedikasi, tidak hanya ketika terjadi bencana tetapi juga bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan Kemensos dengan baik,” kata Risnawanto didampingi Kadis Sosial Pasaman Barat, Randy Hendrawan.
Baca juga: Asisten II Elfis Candra Hadiri Peresmian Kampung Bahari Nusantara TA 2024 di Talao Pauh
Risnawanto menyampaikan bahwa dua KSB ini memang berada di daerah yang rawan terjadi bencana alam.
Untuk Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman kerap menjadi lokasi terjadinya bencana banjir.
“Hampir setiap tahun terjadi banjir di Nagari Aia Gadang Barat ini yang berasal dari luapan sungai Batang Saman,” ungkapnya.
Sedangkan di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau ini juga merupakan daerah rawan longsor.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berharap kiranya para anggota KSB yang telah dikukuhkan ini dapat bertugas dengan sebaik-baiknya ketika nanti terjadi bencana alam di daerahnya masing-masing.
“Mereka nantinya akan membantu dalam hal penyaluran bantuan pasca bencana, pendataan korban yang terdampak, kebutuhan mendesak setelah terjadinya bencana dan masih banyak hal lainnya yang tentu dibawah koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD maupun Basarnas,” ucapnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah menyampaikan bahwa dengan telah dikukuhkannya dua KSB di Pasaman Barat, maka total KSB yang ada di Provinsi Sumatera Barat ada sebanyak 31 KSB.
“Sebelumnya ada 29 KSB di Sumatera Barat, ditambah hari ini dua KSB lagi, sehingga total ada 31 KSB yang tersebar di beberapa Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
| Lima Guru Pasaman Barat Raih Penghargaan GTK Sumbar 2025, Dua Melaju ke Tingkat Nasional |
|
|---|
| Polres Pasaman Barat Gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana |
|
|---|
| Tim Polres Pasbar dan Ditreskrimsus Polda Sumbar Sasar PETI di Muara Mangkisek Talamau Pasaman Barat |
|
|---|
| Mayat Mr X Ditemukan di Kebun Sawit Pasaman Barat, Kapolres: Tim INAFIS Olah TKP dan Pulbaket |
|
|---|
| Razia Polres Pasaman Barat Tak Temukan Aktivitas PETI, Hanya Pondok Kosong dan Lubang Bekas Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Sosial-Kabupaten-Pasaman-Barat-Randy-Hendrawan.jpg)