Pilkada 2024

Momen Mahyeldi-Vasco dan Epyardi-Ekos Berpelukan, Hangat Usai Debat Meski Sempat Saling Serang

Dua pasang calon akan kembali berkampanye bertemu pemilih hingga tiga hari mendatang, yaitu hingga 23 November 2024.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Mahyeldi (calon gubernur nomor urut 1) dan Epyardi Asda (calon gubernur nomor urut 2) saling berpelukan usai debat kedua Cagub-Cawagub Sumbar yang berlangsung Selasa (19/11/2024) malam. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Mahyeldi - Vasco Ruseimy (nomor urut 1) dan Epyardi Asda - Ekos Albar (nomor urut 2) saling berpelukan usai debat kedua yang berlangsung Selasa (19/11/2024) malam.

Meski kerap saling serang saat debat, kedua pasangan calon ini tetap menunjukkan hubungan yang baik. Mereka berpelukan, salam komando hingga bergandengan satu sama lain.

Momen tersebut sekaligus mengakhiri debat putaran kedua Cagub-cawagub Sumbar.

Dua pasang calon akan kembali berkampanye bertemu pemilih hingga tiga hari mendatang, yaitu hingga 23 November 2024.

Debat kedua Cagub-Cawagub Sumbar kali ini bertemakan "Transformasi ekonomi, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), Infrastruktur yang berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat".

Baca juga: Eks-Petugas Lapas Tanjung Raja Bongkar Dugaan Pesta Narkoba dan Pungli, Kemenkumham Angkat Bicara

Pada salah satu segmen debat, paslon ditanyai strategi dalam menyelesaikan masalah pertambangan tanpa izin.

"Dalam rangka menjaga melestarikan lingkungan, apa strategi paslon untuk menyelesaikan masalah pertambangan tanpa izin (PETI) secara terkoordinasi dengan kabupaten/ kota?," tanya moderator.

Calon gubernur nomor urut 2 Epyardi Asda menyebut bahwa jika terpilih nantinya akan melakukan komunikasi dua arah, dan bermusyawarah dengan para kepala daerah mengenai tindakan apa yang akan dilakukan terkait pertambangan tanpa izin.

"Karena sesungguhnya PETI ada di kabupaten/ kota, sehingga (bupati/ wali kota) harus dilibatkan dalam musyawarah. Kami akan mencarikan solusi," kata Epyardi.

Baca juga: Polres Pasaman Barat Tanam Jagung untuk Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo

Menurutnya, saat ini tambang ilegal itu banyak dilakukan oleh masyarakat berpendapatan rendah.

"Mereka tidak bolah diperlakukan secara semana-mena karena itu mata pencarian mereka," ujarnya.

Ia bilang, tugas pemerintah ialah mencarikan solusi terkait Maslah itu semua.

"Kalau ilegal apa sebaiknya kita jadikan legal, sehingga pemerintah berjalan dengan baik, aturan dapat kita laksanakan dan rakyat kita tidak menderita atau miskin, karena tindakan semena-mena kita terhadap mereka," ujar dia.

"Artinya musyawarah yang baik, carikan solusi untuk rakyat yang melakukan tambang ilegal seperti itu dan kalau mereka bersalah lakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku," tambahnya.

Baca juga: Wartawan Solok Selatan Kunjungi Dewan Pers, Tingkatkan Profesionalisme Jurnalistik

Ekos Albar, calon wakil gubernur nomor urut 2 mengatakan, dalam memberikan izin harus lebih teliti dan seksama.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved