Citizen Journalism
Kisah Puteri Gunung Ledang dan Roro Jonggrang: Legenda Cinta dan Kesetiaan dari Asia Tenggara
Cerita rakyat dari Asia Tenggara sering kali menyimpan kisah-kisah yang penuh warna dan makna mendalam.
Oleh Alia Nadira, Mahasiswa Magang dari Universiti Kebangsaan Malaysia di FIB Universitas Andalas.
TRIBUNPADANG.COM - Cerita rakyat dari Asia Tenggara sering kali menyimpan kisah-kisah yang penuh warna dan makna mendalam.
Dua legenda terkenal yang menggambarkan keindahan dan kompleksitas mitos dan sejarah di kawasan ini adalah cerita Puteri Gunung Ledang dari Malaysia dan Roro Jonggrang dari Indonesia.
Kedua kisah ini bukan hanya terkenal karena narasinya yang menawan, tetapi juga karena pelajaran moral yang terkandung di dalamnya.
Puteri Gunung Ledang: Kisah Puteri yang Suci
Puteri Gunung Ledang adalah legenda terkenal dari Malaysia, khususnya dari daerah Johor. Dalam cerita ini, Puteri Gunung Ledang, juga dikenal sebagai Puteri Ledang, adalah seorang puteri cantik yang tinggal di puncak Gunung Ledang.
Gunung ini dikenal sebagai tempat yang suci dan misterius, sering dikaitkan dengan unsur magis.
Menurut legenda, seorang sultan dari Kesultanan Melaka sangat terpesona oleh kecantikan dan keanggunan Puteri Gunung Ledang.
Baca juga: Gunung Awan Karpet: Fenomena Alam yang Memukau di Malaysia
Sultan mengirimkan utusan untuk meminang puteri tersebut. Namun, Puteri Gunung Ledang menetapkan syarat-syarat yang sangat sulit untuk dipenuhi, sebagai ujian terhadap niat dan kesungguhan sang sultan.
Di antara syarat-syarat yang diajukan adalah permintaan jembatan emas dan perak, serta berbagai barang mewah yang sulit didapat.
Sultan, yang sangat ingin menikahi Puteri Gunung Ledang, berusaha keras untuk memenuhi syarat-syarat tersebut.
Namun, meskipun telah mengerahkan segala daya dan upaya, syarat-syarat tersebut tetap tidak dapat dipenuhi.
Legenda Puteri Gunung Ledang mengajarkan tentang kesetiaan dan prinsip.
Puteri Gunung Ledang menunjukkan bahwa ia tidak akan mudah tergoda oleh tawaran-tawaran yang menggiurkan dan bahwa cinta yang tulus tidak bisa diukur dengan harta atau benda.
Selain itu, cerita ini juga mencerminkan betapa pentingnya memiliki tekad dan kesungguhan dalam mencapai tujuan.
Kuliah Kerja Nyata: Program Mahasiswa di Indonesia Serupa, Bakti Siswa & Magang Industri di Malaysia |
![]() |
---|
Opini Ruang Kota Tanpa Asap: Car Free Day Antara Negara Serumpun Indonesia & Malaysia |
![]() |
---|
Opini Bahasa Melayu: Bila Percuma di Malaysia, Gratis di Indonesia |
![]() |
---|
UNP Pelatihan Emotional Spritual Question di SMAN 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, Sumatera Barat |
![]() |
---|
Opini Isyarat Nonverbal di Jalanan, Mengulik Gaya Berkendara di Indonesia dan Malaysia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.