BERITA POPULER SUMBAR
POPULER SUMBAR: Dukun Cabuli Pasien, Nelayan tak Melaut, Ratusan Sapi Bali Terpapar Virus Jembrana
Berita populer Sumbar dukun cabuli pasien, nelayan tidak melaut, dan ratusan sapi Bali terpapar virus Jembrana.
TRIBUNPADANG.COM - Inilah berita populer Sumbar selama 24 jam terakhir tayang di TribunPadang.com.
Ada berita tentang dukun cabuli pasien, nelayan tidak melaut, dan ratusan sapi Bali terpapar virus Jembrana.
Simak berita selengkapnya:
1. Berdalih Bisa Lancarkan Urusan Asmara, Seorang Dukun di Payakumbuh Cabuli Pasiennya di Hotel
Tim Satreskrim Polres Payakumbuh menangkap seorang pria berinisial PU di kawasan Tugu Adipura pusat pasar Payakumbuh pada hari Senin (10/6/2024) lalu.
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Doni Pramadona mengatakan PU diamankan karena melakukan tindak pidana pencabulan kepada seorang wanita berinisial P.
"Menurut keterangan korban, pelaku mengaku sebagai seorang dukun yang bisa memberikan 'pemanis' kepada korban untuk melancarkan urusan asmaranya," terang Doni, Kamis (13/6/2024).
Baca juga: Berdalih Bisa Lancarkan Urusan Asmara, Seorang Dukun di Payakumbuh Cabuli Pasiennya di Hotel
Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengatakan kepada korban harus menjalankan sejumlah ritual.
Korban yang percaya, langsung saja menyetujui segala persyaratan yang diminta oleh si dukun, sehingga mereka berjanji bertemu di satu tempat untuk menjalankan ritual.
"Kemudian pelaku mengajak korban untuk bertemu di salah satu hotel. Disana korban diminta untuk membuka pakaiannya dengan alasan akan diisi dengan kekuatan mistis. Selain itu korban juga disuguhi daun kecubung sehingga membuat ia menjadi pusing dan tak sadarkan diri," katanya.
"Dalam kondisi tak sadarkan diri tersebut diduga pelaku melakukan aksi cabulnya menggarap korban dengan leluasa," sambungnya.
Tidak lama kemudian korban tersadar dan mengetahui dirinya telah dicabuli oleh pelaku. Akan tetapi pelaku malah mengancam jika korban melapor, foto bugilnya yang sempat direkam pelaku akan disebar.
Namun korban tidak takut dengan ancaman si pelaku, kemudian mendatangi Kepolisian dan membuat laporan terkait peristiwa yang ia alami.
"Pelaku sudah diamankan ke Mapolres Payakumbuh untuk diproses lebih lanjut," pungkas Doni.
Baca juga: Dihantam Ombak "Gadang", Nelayan Manggopoh Padang Pariaman Sumbar Sudah Sebulan Tidak Melaut
2. Dihantam Ombak "Gadang", Nelayan Manggopoh Padang Pariaman Sumbar Sudah Sebulan Tidak Melaut
Sudah satu bulan para nelayan di Manggopoh Palak Gadang, Ulakan Tapakis Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) tidak bisa melaut karena ombak gadang (besar).
Para nelayan yang setiap harinya menggantungkan mata pencariannya di laut, terpaksa menepi karena kondisi ini.
Diantaranya Jefrizal, ia mengaku tidak memiliki keterampilan lain kecuali mencari ikan, sehingga harus kerja serabutan.
Dalam kondisi ini Jefrizal mengaku, para nelayan tidak bisa melaut karena kondisi ombak gadang.
Kondisi ini membuat para nelayan tidak ada pilihan, karena takut dan sayang akan nyawa, serta keluarga.
"Kalau dipaksakan juga sama saja kami menentang maut, karena alam tidak mengizinkan," ujarnya, Kamis (13/6/2024.
Ia menilai kondisi serupa ini bisa berlangsung lebih lama lagi, karena memang ada waktu tertentu ombak besar terjadi.
Saat ini Jefrizal dan nelayan lainnya, harus menyambung hidup dengan berternak, menyabit rumput, berkuli bahkan kerja serabutan untuk menyambung hidup.
"Inilah kelemahan kami, karena tidak bersekolah dan berpendidikan rendah. Jadi, kalau tidak melaut, kami harus berjibaku untuk menyambung hidup," ujarnya.
Hanya makan tiga kali sehari yang mampu ia penuhi, sedangkan belanja anaknya sekolah harus buka tutup lubang hutang untuk memenuhinya.
Kendati demikian Jefrizal dan nelayan lain mengaku tidak ada perhatian dari Pemda akan kondisi yang menimpa mereka.
Para nelayan menilai Pemda Padang Pariaman seperti tidak acuh dengan nasib mereka saat ini.
Selain, tidak bisa melaut, akibat ombak besar ini para nelayan dan masyarakat yang tinggal di tepi pantai juga dihantui bencana abrasi.
Dimana abrasi sudah menjilati bibir pantai yang membuat kedai, rumah dan jalan rusak.
"Kami berharap ada tindakan dari pemerintah akan nasib kami dan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Manggopoh Palak Gadang ini," ujar beberapa nelayan.
Baca juga: Tim Kesehatan Hewan Distan Padang Telah Periksa Ribuan Ekor Sapi, 350 di Antaranya Tak Layak Kurban
3. Ratusan Sapi Bali di Padang Pariaman Diduga Terpapar Virus Jembrana dari Provinsi Tetangga
Lonjakan kasus virus Jembrana pada sapi Bali di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) jelang Idul Adha 1444 H menjadi perhatian serius.
Diduga, virus jembrana ini berasal dari daerah tetangga Provinsi Bengkulu yang saat ini tengah mengalami wabah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Padang Pariaman Devi Yanti, menduga virus Jembrana yang menyangkut sapi bali di daerahnya berasal dari Provinsi Bengkulu.
Hal ini ia sampaikan mengingat provinsi Bengkulu saat ini sedang berstatus outbreak (wabah) virus Jembrana, karen ada peningkatan kasus.
"Sekarang hampir setengah pasokan sapi Bali di Padang Pariaman berasal dari sana. Dugaan kami ini sebagai penyebab meletupnya kasus virus Jembrana di sini," ujarnya, Kamis (13/6/2024).
Dugaan ini didukung dengan meningkatnya lalu lintas ternak di Padang Pariaman jelang Iduladha.
Saat ini pihaknya mencatat sudah 14 ekor sapi Bali mati dan 123 ekor sapi bali Terindikasi Virus Jembrana selama dua pekan terakhir.
Ia menilai antisipasi dari pihaknya hanya berupa sosialisasi dan memberi disinfeksi, vaksinasi dan vitamin pada sapi bali yang terindikasi virus Jembrana.
Mengingat pihaknya tidak bisa melakukan pembatasan lalu lintas ternak yang menjadi domain provinsi.
"Kalau kami sifatnya menerima saja. Sedangkan check point' ini wewenang provinsi," ujarnya.
Kendati demikian pihaknya juga akan berupaya untuk mengawasi dan memeriksa kantong-kantong penampungan dan penjualan sapi qurban untuk Idul Adha.
Tujuannya supaya tidak terjadi letupan penyebaran virus lebih tinggi jelang Idul Adha 1444 H. (*)
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Soal Tol Sicincin-Bukittinggi, 2 Remaja Gantung Diri dan Diskusi Andre |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Pedagang Sate Akhiri Hidup, Legalisasi Tambang Rakyat dan Warga Dibacok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Temuan Kerangka Manusia, Minta Wanda Dihukum Mati dan Ombudsman Soal WFA |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Tewas Terjebak Api, Penangkapan Bandar di Agam dan Gempa Guncang Pariaman |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Benda Bercahaya di Langit, Mahasiswa Tewas Tertabrak dan Rumah Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Salah-satu-tempat-penjualan-sapi-di-Padang-Pariamanh.jpg)