Keracunan di Pasaman Barat
Update 25 Warga Pasaman Barat Diduga Keracunan Bakso Tusuk, Dinkes Kirim Sampel ke Labkesda
"Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, total ada 25 pasien yang tercatat masuk dengan keluhan keracunan makanan," ungkapnya.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami keracunan makanan di Pasaman Barat, Sumbar.
- Korban mayoritas anak-anak.
- Diduga usai menyantap jajanan bakso tusuk.
- Sampel makanan berupa bakso tusuk serta sampel muntah dari para korban akan diuji di laboratorium.
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT – Sebanyak 25 warga di Jorong Pigogah, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, dilaporkan mengalami keracunan massal yang diduga kuat berasal dari jajanan bakso tusuk.
Peristiwa nahas ini mulai terdeteksi sejak Rabu (15/4/2026) malam hingga Kamis (16/4/2026) pagi. Mayoritas korban merupakan anak-anak yang mengonsumsi jajanan tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengonfirmasi adanya lonjakan pasien yang datang ke Puskesmas Air Bangis dengan gejala serupa.
"Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, total ada 25 pasien yang tercatat masuk dengan keluhan keracunan makanan," ungkapnya, saat dihubungi TribunPadang.com, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Cuaca Mentawai Hari Ini Didominasi Berawan, Warga Diminta Waspada Perubahan Mendadak
Berdasarkan data kronologis, laporan pertama masuk pada Rabu malam mulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang tengah malam pukul 23.41 WIB.
Pada gelombang pertama tersebut, sebanyak 22 orang dilarikan ke Puskesmas dengan kondisi tubuh lemas dan menunjukkan gejala klinis yang seragam.
"Pasien datang dengan keluhan mual-mual, muntah yang hebat, sakit perut melilit, serta diare," jelasnya.
Dari 22 pasien gelombang pertama, 17 orang di antaranya terpaksa menjalani rawat inap intensif di Puskesmas Air Bangis karena kondisi fisik yang menurun drastis.
Baca juga: Breaking News: Gunung Marapi Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1,6 Km Condong ke Timur Laut
Sementara itu, lima orang lainnya diperbolehkan pulang untuk rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis awal karena gejalanya dinilai masih ringan.
Memasuki hari Kamis (16/4/2026) pagi, jumlah korban kembali bertambah sebanyak tiga orang pasien baru yang melaporkan keluhan kesehatan.
Berbeda dengan gejala awal, tambahan tiga pasien ini mengeluhkan rasa pusing yang berat serta sesak napas, namun mereka sudah langsung diberikan pengobatan oleh tim medis.
Update terbaru hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan kondisi para pasien mulai stabil dan banyak yang telah dinyatakan membaik oleh dokter setempat.
Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Polisi Jaga Fly Over Sitinjau Lauik, Cadangan Listrik dan Banjir Pasaman
"Saat ini yang masih menjalani rawat inap tersisa lima orang lagi. Sementara 12 orang lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing," tambahnya.
Mayoritas korban adalah kelompok usia rentan, yakni 24 orang anak-anak dengan rentang usia mulai dari balita 15 bulan hingga usia 12 tahun.
Sedangkan satu korban lainnya tercatat sebagai orang dewasa yang juga turut mengonsumsi makanan yang diduga menjadi sumber racun tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Keracunan-makanan-bakso-tusuk-di-Pasbar-1642026.jpg)