Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Menko PMK Muhadjir Effendy Telah Ingatkan Pemprov Sumbar akan Potensi Bencana: Mungkin Agak Lengah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengaku telah mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Ba

Editor: Mona Triana
Arif
Banjir bandang yang menerjang Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar, Rabu (15/5/2024). 

TRIBUNPADANG.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengaku telah mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait potensi bencana yang terjadi di wilayah Sumatera Barat.

Peringatan itu disampaikan Muhadjir dalam sebuah acara BNPB di Padang karena tingginya risiko bencana di wilayah Sumatera Barat.

"Sudah saya ingatkan bahwa Sumatera Barat itu adalah provinsi yang paling tinggi resikonya di antara provinsi lain di Indonesia, karena tahun 2023 saja itu dari 5.400 kejadian bencana di Indonesia, itu 460 kejadian terjadi di Sumatera Barat. Karena itu memang harus ada perhatian khusus untuk penanganan bencana di Sumatera Barat," ungkap Muhadjir.

Muhadjir menambahkan di wilayah Sumatera Barat potensi bencananya tinggi mulai dari erupsi sampai hidrometeorologi sampai bencana lainnya.

Sementara itu melihat bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi memiliki dampak yang parah.

Baca juga: Pengungsi Keluhkan Kekurangan Minyak Angin, Mahyeldi: Korban di Pengungsian Harus jadi Prioritas

Menurut Muhadjir, lahar dingin dari Gunung Marapi dapat diprediksi, karena sehabis erupsi ada banjir.

Muhadjir mengatakan korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana tersebut cukup besar dibandingkan bencana serupa sebelumnya.

"Memang ini adalah jauh lebih parah dibanding sebelum-sebelumnya, kejadian dua kali itu, karena memakan korban cukup banyak," ujar Muhadjir di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (14/5/2024).

Pemerintah, kata Muhadjir, akan memberikan solusi permanen terkait penanganan banjir bandang akibat lahar dingin Gunung Merapi di Sumatera Barat.

"Itu pasti nanti akan diikuti dengan beludaknya lah. Yang itu yang kemarin mungkin agak lengah kita. Dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga walaupun sangat menyakitkan. Dan nanti saya akan segera datang ke sana untuk mencari solusi permanennya seperti apa. Karena kita tidak ingin terjadi berulang-ulang," jelas Muhadjir.

Baca juga: UPDATE Data Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Sumbar, 62 Meninggal Dunia dan 25 dalam Pencarian

Terkait jumlah korban akibat banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi Sumatera Barat terus bertambah.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini Rabu (15/5/2024) total korban meninggal dunia 62 orang dan 25 korban lainnya dalam pencarian.

Selain itu, juga terdapat 33 warga yang mengalami luka-luka dan kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi akibat bencana tersebut adalah sebanyak 1.543 keluarga.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus memutakhir data, seiring dengan adanya temuan-temuan baru dari tim pencarian gabungan di lapangan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved