Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Sumbar Dilanda Bencana, Jumlah Penumpang Bus Padang-Bukittinggi-Payakumbuh Menurun

Sejumlah agen dan sopir bus angkutan Padang - Bukittinggi - Payakumbuh mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat...

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Ketua PT Sinamar tujuan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh, Agus saat ditemui di Ulak Karang Padang, Selasa (14/5/2024) sore. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG-Sejumlah agen dan sopir bus angkutan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) turut membuat jumlah penumpang menyusut.

Agus, Ketua PT Sinamar di Ulak Karang Padang mengatakan, sejak jalan nasional Padang-Bukittinggi, tepatnya di Lembah Anai putus total jumlah penumpang berkurang hingga 50 persen.

"Pas jalan putus, kami jalan hanya 10 mobil. Biasanya 30-an lebih," kata Agus.

Sementara, Yanto seorang sopir PT Ayah bilang, normalnya dalam sehari ia bisa mengangkut penumpang sebanyak tiga kali trip.

Hanya saja, pascabencana dalam sehari ia hanya membawa penumpang satu trip saja.

"Barangkali karena bencana alam, jadi penumpang agak takut atau gimana, takut terjebak, apalagi musim hujan dan potensi longsor, sangat riskan mungkin bagi mereka," kata Yanto.

Adapun bagi Ronal, agen PT Setangkai tujuan Padang-Lintau juga menyebut sejak bencana jumlah penumpang menurun drastis.

Baca juga: 3 Mayat Ditemukan Hanyut di Sijunjung, Seorang di Antaranya Dantia Korban Banjir Limo Kaum Sumbar

Biasanya dalam sehari, ada delapan perjalanan PT Setangkai Padang-Lintau. Sejak bencana terjadi tiga hari yang lalu, PT Setangkai hanya jalan lima trip saja.

"Mungkin disebabkan malasnya penumpang karena jalan terlalu jauh, lebih lama, capek juga orang," ujar Ronal.

Bila biasanya, Padang-Lintau ditempuh dengan durasi empat jam, sekarang bahkan tembus delapan jam. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah titik kemacetan.

Ongkos Naik

Ongkos angkutan umum Padang-Bukittinggi-Payakumbuh naik Rp10 ribu dikarenakan trayeknya melewati Malalak Kabupaten Agam.

Diketahui, trayek angkutan berubah lantaran jalan nasional Padang-Bukittinggi tepatnya di Lembah Anai putus total dilanda banjir bandang pada Sabtu (11/5/2024) malam.

Ketua PT Sinamar tujuan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh, Agus mengatakan kenaikan ongkos itu dipengaruhi jarak tempuh via Malalak yang lebih jauh.

"Untuk Padang-Bukittinggi biasanya Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu, Padang-Payakumbuh biasanya Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu, dan Padang-Mudiak biasanya Rp40ribu menjadi Rp50 ribu," ujar Agus di pos PT Sinamar Ulak Karang Padang, Selasa (14/5/2024).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved