Gunung Marapi Erupsi
Getaran dan Dentuman Erupsi Gunung Marapi Kejutkan Warga hingga Lontarkan Material Pijar Merah
Berdasarkan video rekaman CCTV yang diterima tim TribunPadang.com, tampak pijaran yang cukup tinggi dan banyak yang keluar dari puncak gunung saat ...
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Rabu (27/3/2024) dini hari membuat warga yang tinggal di sekitar gunung menjadi cemas.
Pasalnya, saat erupsi terjadi warga mendengar dentuman dan gemuruh yang sangat kuat.
Berdasarkan video rekaman CCTV yang diterima tim TribunPadang.com, tampak pijaran yang cukup tinggi dan banyak yang keluar dari puncak gunung saat erupsi terjadi.
Salah seorang warga yang tinggal di dekat gunung, Adrizal mengatakan, getaran dari erupsi seperti gempa hingga membuat lampu bergoyang.
"Cukup kuat getarannya hingga membuat lampu di rumah bergoyang, seperti gempa," katanya.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus mengatakan, erupsi mengejutkan warga di sekitar gunung karena bunyi dentuman dan gemuruh yang kuat.
"Suaranya sangat kuat dan disertai dengan getaran hingga mengejutkan masyarakat. Binatang di sekitar pun terdengar berisik seperti memberikan pertanda bahwa terjadi bencana," ujarnya.
Baca juga: Terdengar Dentuman Cukup Keras saat Gunung Marapi Sumbar Erupsi Tengah Malam, Diikuti Suara Gemuruh
Kalaksa BPBD Bukittinggi, Zulhendri mengatakan, setelah erupsi, kawasan Nagari Sungai Pua dihujani abu.
"Kondisi di Sungai Pua cukup keras bunyi dentuman dan gemuruh. Sekarang juga terjadi hujan abu," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan rilis tertulis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan pos Pengamatan Gunungapi Marapi, erupsi terjadi pada pukul 00.13 WIB.
Adapun Erupsi Marapi kali ini, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak, atau 4.391 meter di atas permukaan laut.
Sementara itu, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38.7 mm dan durasi sementara ini ± 1 menit 45 detik.
Untuk diketahui, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/ pengunjung/ wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Kolom Abu Tidak Teramati Karena Kabut |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Gunung-MarapI-ERUPSI-TENGAH-MALAM.jpg)