Ramadan 2024
Masjid Jamik Birugo Bukittinggi, Cikal Bakal Terbentuknya Majelis Ulama di Indonesia
Masjid Jamik Birugo yang terletak di Jalan Sudirman, Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, memiliki peran besar dalam..
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Masjid Jamik Birugo yang terletak di Jalan Sudirman, Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, memiliki peran besar dalam pembentukan Majelis Ulama di Indonesia.
Pasalnya, Masjid yang terdiri dari tiga lantai ini merupakan lokasi berkumpulnya sejumlah Ulama dan tokoh masyarakat yang melahirkan gagasan pembentukan Majelis Ulama pertama kali di Indonesia.
"Masjid ini menjadi lokasi berkumpulnya ulama dalam musyawarah para ulama pada 26 dan 27 Mei 1968 yang melahirkan gagasan awal terbentuknya Majelis Ulama Sumatera Barat," ujar Deden Muhammad Syukri selaku Ketua Pengurus Masjid Jamik Birugo saat di wawancarai, Senin (18/3/2024).
Ia menyebutkan, saat itu musyawarah para ulama ini menetapkan Buya Mansoer sebagai Ketua Majelis Ulama Sumatera Barat untuk pertama kalinya.
"Buya Mansoer atau Datuk Panglimo Kayo merupakan ulama asal Balingka, Kabupaten Agam. Pada musyawarah kedua Majelis Ulama Indonesia pada 18 dan 19 Mei 1974 ia terpilih kembali menjadi Ketua Majelis Ulama Sumatera Barat," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa fokus kegiatan Majelis Ulama Sumatera Barat saat itu ialah untuk menyatukan suara ulama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
"Pada tahun 1970, Buya Hamka menyampaikan kepada Buya Mansour untuk membawa ide pendirian Majelis Ulama Sumatera Barat ke tingkat Nasional," ujarnya.
Baca juga: Masjid Jamik Mandiangin Kota Bukittinggi Akhirnya Dirobohkan, Tempat Salat Pindah ke Bangunan Baru
Dengan gagasan untuk mendirikan Majelis Ulama Indonesia, Deden menyebutkan kemudian pada 26 Juli hingga 2 Agustus 1975 dilangsungkan Musyawarah Ulama se-Indonesia dan terbentuklah Majelis Ulama Indonesia dengan Buya Hamka sebagai ketua pertama.
Selain itu, Pemerintah Kota Bukittinggi juga sempat mewacanakan Masjid Jamik Birugo untuk menjadi salah satu destinasi wisata religi di Sumbar.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mendukung Masjid Jamik Birugo dijadikan destinasi wisata religi di Sumatera Barat karena banyaknya peristiwa bersejarah yang terjadi di salah satu masjid tertua di kota wisata itu.
"Di masjid ini tempat berkumpulnya ulama besar Sumatera Barat sejak dulu, di sini juga Majelis Ulama Sumbar pertama kali berdiri, jauh sebelum MUI didirikan, kita dukung menjadi tempat wisata religi bersejarah Minangkabau," katanya yang dikutip dari AntaraNews, Senin (18/3/2024).
_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News
Masjid Jamik Birugo
Bukittinggi
Majelis Ulama Sumatera Barat
Majelis Ulama Indonesia
Deden Muhammad Syukri
| Wako Padang Hendri Septa: Pesantren Ramadan 1445 H Selama 20 Hari Berjalan Lancar |
|
|---|
| Puasa Sunnah yang Dilaksanakan Enam Hari setelah Hari Raya Idul Fitri |
|
|---|
| BBPOM di Padang Temukan 3 Sampel Takjil Berbahan Bahaya Rhodamin B pada Ramadan 1445 H |
|
|---|
| BPOM Tidak Temukan Bahan Berbahaya di Pasar Pabukoan Padang Pariaman |
|
|---|
| Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 1445 H di Dharmasraya, Paling Tinggi Rp45 Ribu Per Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Masjid-Jamik-Birugo-Bukittinggi-Cikal-Bakal-Terbentuknya-Majelis-Ulama-di-Indonesia.jpg)