Ramadan 2024
Usaha Hiburan Malam di Padang Dilarang Beroperasi Selama Bulan Puasa
Pemerintah Kota Padang melarang tempat usaha hiburan malam buka selama bulan Ramadan 2024.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang melarang tempat usaha hiburan malam buka selama bulan Ramadan 2024.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Padang Hendri Septa sebagaimana tertuang dalam surat edaran walikota Padang Nomor :500.15/40/Dispar.Pdg/2024.
SE menjelaskan Tentang Operasional Usaha Pariwisata Dan Himbauan Kepada Masyarakat Selama Bulan Ramadhan 1445 H/2024 M.
SE ini dikeluarkan dalam rangka memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1445 H/2024 M serta menjaga toleransi antar umat beragama dan menghormati pelaksanaan ibadah umat muslim selama bulan Ramadhan 1445 H/2024 M.
Serta menyesuaikan dengan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata dan pernyataan sikap bersama berdasarkan hasil pertemuan Walikota Padang bersama tokoh masyarakat, tokoh organisasi sosial dan tokoh organisasi keagamaan se-Kota Padang di ZHM Premiere Hotel Padang tanggal 1 Maret 2024.
Baca juga: Jam Kerja ASN di Padang Dikurangi Selama Ramadan, Pulang Pukul 14.00 WIB
Terkait larangan buka usaha tempat hiburan malam dijelaskan pada poin kedua SE tersebut.
"Usaha karaoke, pub, bar, diskotik, klub malam dan sejenisnya (termasuk fasilitas yang disediakan hotel) dilarang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan operasional pada satu hari sebelum bulan Ramadhan sampai dengan hari ketiga setelah bulan Ramadhan 1445 H," tulis SE Wali Kota yang ditandatangani Wali Kota Hendri Septa, Minggu (10/4/2024).
Selain itu, Pemko mjuga mengeluarkan aturan operasional usaha pariwisata, hanya boleh buka mulai pukul 16.00 WIB selama Ramadhan 1445 H.
Dengan ketentuan tersebut, pemilik usaha rumah makan dan sejenisnya untuk melakukan operasional usaha dimulai pada pukul 16.00 WIB.
"Selama melaksanakan aktivitas tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum," tulis SE tersebut.
Baca juga: Warga Kota Padang Diimbau Tak Menyalakan Petasan Selama Ramadan, Jaga Kekhusyukan Ibadah
Setiap pemilik usaha yang melanggar atau tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2 atau 3 dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
"Diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menyalakan maupun memainkan petasan/mercon dan sejenisnya selama bulan suci Ramadhan," tulis pada poin terakhir.(*)
| Wako Padang Hendri Septa: Pesantren Ramadan 1445 H Selama 20 Hari Berjalan Lancar |
|
|---|
| Puasa Sunnah yang Dilaksanakan Enam Hari setelah Hari Raya Idul Fitri |
|
|---|
| BBPOM di Padang Temukan 3 Sampel Takjil Berbahan Bahaya Rhodamin B pada Ramadan 1445 H |
|
|---|
| BPOM Tidak Temukan Bahan Berbahaya di Pasar Pabukoan Padang Pariaman |
|
|---|
| Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 1445 H di Dharmasraya, Paling Tinggi Rp45 Ribu Per Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-tempat-hiburan-malam.jpg)