Gunung Marapi Erupsi

Aktivitas Gunung Marapi Sumbar Terpantau Turun, Tidak Ada Letusan 5 Hari Terakhir

Aktivitas gunung marapi di perbatasan Agam-Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) tampak mengalami penurunan. Berdasarkan data Pos Pemantauan Gunung..

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
PGA Marapi
Visual Marapi dari Pos Pengamatan, Selasa (30/01/2024) pukul 06.15 WIB. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aktivitas gunung marapi di perbatasan Agam-Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) tampak mengalami penurunan. 

Berdasarkan data Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Marapi, gunung ketinggian 2.891 itu terpantau tidak mengalami erupsi sejak Kamis (25/1/2024).

PGA hanya mencatat adanya letusan hembusan sebanyak 11 kali dalam lima hari itu.

Sementara, sejak 5 Desember 2023, pasca-erupsi besar pada 4 Desember 2023, Gunung Marapi telah meletus sebanyak 139 kali dan disusul 855 hembusan.

Petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi menyampaikan, pengamatan pagi ini pukul 00.00 sampai 06.00, Gunung Marapi tertutupi kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. 

Cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan. Suhu udara 20,8 derajat celsius, kelembaban udara 85,6 persen, dan tekanan udara 683,8 mmHg.

"Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-1 mm (dominan 1 mm)," katanya.

Baca juga: Update Gunung Marapi Sumbar: 3 Hari Terakhir hanya Terjadi 3 Kali Erupsi Hembusan

Dijelaskannya, sampai saat ini Gunung Marapi masih berada pada level III atau siaga,

Pihaknya tetap merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan tidak memasuki dan tidak berkegiatan di radius 4,5 km dari pusat erupsi (kawah verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. 

Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. 

Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Selain itu, bisa juga berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved