Gunung Marapi Erupsi
Erupsi Gunung Marapi Senin Malam Terjadi Sekitar 45 Detik, Kolom Abu Tidak Teramati
Erupsi Gunung Marapi, Senin (22/1/2024) terjadi sekitar 45 detik. Petugas Pos PGA Bukittingti, Ahmad Rifandi menyebut tinggi kolom abu tidak teramat
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Erupsi Gunung Marapi, Senin (22/1/2024) terjadi sekitar 45 detik.
Petugas Pos PGA Bukittingti, Ahmad Rifandi menyebut tinggi kolom abu tidak teramati.
Dari laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi terjadi pukul 20.16 WIB.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 45 detik," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Marapi kembali Erupsi Senin Malam, Dentumannya Getarkan Rumah Warga
Sementara Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, menuturkan letusan Gunung Marapi menimbulkan getaran seperti gempa ke rumah warga.
Petugas Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi rekomendasi dari Pos PGA Bukittinggi.
"Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar G. Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi," jelasnya.
Baca juga: Gunung Marapi Dua Kali Erupsi Senin Pagi Ini, Sudah 136 Letusan Sejak 3 Desember 2023
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.
Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi Gunung Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram).
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Kolom Abu Tidak Teramati Karena Kabut |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Gunung-Marapi-di-Sumatera-Barat-kembali-erupsi-Senin-2212024.jpg)